![]() |
| Asiano Gemmy Kawatu. |
"Penyelenggara ujian nasional kali ini berbeda dari tahun kemarin. Namanya saja berubah yakni pengukuran capaian kompetensi. Khusus untuk naskah soal disusun dari pusat dan pencetakan ke daerah. Sehingga diharapkan tidak ada lagi naskah soal terlambat," ujar Kepala Dinas Pendidikan Nasional Sulut, Asiano Gemmy Kawatu, Rabu (14/1).
Ia menyebutkan pengamanan naskah soal tidak akan dijaga polisi ketika diserahkan ke sekolah-sekolah. "Pemeriksaan naskah soal juga bukan oleh perguruan tinggi namun diserahkan ke sekolah masing-masing. Ujian kali ini memang benar-benar direvolusi," kata Kawatu didampingi Sekretaris Diknas Sulut, Christian Sumampow.
Peserta ujian nasional di Sulut tahun 2015 ini totalnya mencapai 72 ribu. "Jadwalnya ujian SMA 12-15 April, SMP 1-4 Mei.(agust hari)
