Berita Terkini
Tampilkan postingan dengan label panggung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label panggung. Tampilkan semua postingan
15.46
Kubu ARB Menang PTUN, Ketua Golkar Sulut: Itu Kekuatan Doa
Ditulis oleh Unknown pada hari Rabu, 20 Mei 2015 |Pukul 15.46
![]() |
| Ketua Partai Golkar Sulut, Stefanus Vreeke Runtu.(foto: okemanado) |
MANADO – Kemenangan kubu Aburizal Bakrie
(ARB) pada sidang di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta Barat, Senin (18/5/2015) ini disambut sukacita seluruh kader Partai Golkar Sulawesi Utara.
Ketua DPD I Golkar Sulut, Stefanus Vreeke Runtu yang mengikuti langsung
jalannya putusan PTUN melalui layar televisi mengaku bersyukur kepada Tuhan
dengan adanya putusan tersebut.
”Dikabulkannya gugatan Partai Golkar kubu
ARB adalah kekuatan doa dari para pendeta, hamba-hamba Tuhan, dan pastor.
Kemarin itu semua pendeta, dan gembala berpuasa. Dan doa para hamba Tuhan
dikabulkan,” kata pria yang akrab dipanggil SVR di Gedung DPRD Sulut, Selasa 19
Mei 2015.
Mantan Bupati Minahasa ini mengatakan
gugatan Partai Golkar yang diajukan ke PTUN Jakarta Barat adalah meminta
membatalkan SK yang dikeluarkan oleh Menkumham dan itu dikabulkan. “Dan putusan
PTUN itu sudah tepat karena berdasarkan fakta dan bukti dalam persidangan.
Bukan berdasarkan intimidasi dari siapapun,” ujarnya.
Dia pun berharap Partai Golkar yang ada di
Indonesia termasuk Sulut untuk tetap solid dan menatap Pilkada yang tahapannya
sedang bergulir. “Marilah teman-teman yang sudah ke mana-mana silahkan kembali.
Kecuali kader Golkar yang melakukan pelanggaran akan mendapatkan sanksi,”
tandas Wakil Ketua DPRD Sulut ini.
Dengan adanya putusan tersebut, langkah
Partai Golkar Sulut diakui SVR akan
melakukan konsolidasi dan membuka pendaftaran serta melakukan lobi-lobi politik
menghadapi Pilkada serentak.(agust)
Label:
panggung
23.10
Kongres PD, Vicky Lumentut Cs Dukung SBY
Ditulis oleh Unknown pada hari Selasa, 12 Mei 2015 |Pukul 23.10
![]() |
| Susilo Bambang Yudhyono bakal mulus terpilih kembali sebagai Ketum Partai Demokrat.(foto: oborkita.com) |
MANADO - Dukungan
bagi Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk kembali memimpin Partai Demokrat
terus bergema. DPD PD dan DPC se-Sulawesi Utara, misalnya, secara bulat
memberikan dukungan kepada mantan Presiden RI tersebut. “Kita satu suara untuk
Pak SBY,” ujar Ketua DPD I PD Sulut, Vicky Lumentut.
Pria yang menjabat
Wali Kota Manado ini menilai SBY adalah sosok yang tepat memimpin partai
berlambang mercy tersebut. “Dalam situasi
seperti ini hanya
Pak SBY yang mampu memimpin Demokrat menjadi lebih baik. Ketokohan beliau sudah
tak perlu diragukan lagi,” kata Vicky.
Hal senada juga
disampaikan Pdt. Van Ambuliling, kader Demokrat dari Kabupaten Kepulauan
Talaud. Menurutnya, SBY masih jadi teladan bagi seluruh kader Demokrat di
Indonesia. “Beliau tegas tapi bersahaya. Tak ada tokoh lain di Demokrat yang
mampu menggantikannya. Kami yakin jika Pak SBY kembali terpilih, Demokrat akan
meraih suara signifikan pada pemilu bahkan pilkada yang sebentar lagi
berlangsung,” ujar anggota DPRD Talaud ini.
Diketahui, Kongres
Partai Demokrat (PD) IV akan mulai berlangsung hari ini di Hotel Shangrilla
Surabaya. Rencananya pembukaan Kongres akan dilakukan malam nanti. Sampai saat
ini dukungan terus meluas untuk SBY sebagai ketua umum. Hal ini memungkinkan
SBY akan terpilih sebagai ketua umum secara aklamasi.
Dalam Kongres itu,
ada tiga calon ketua umum Partai Demokrat, yakni Susilo Bambang Yudhoyono
(SBY), Marzuki Alie, dan I Gede Pasek Suardika. Tetapi baru SBY yang resmi
didaftarkan untuk menjadi calon ketua umum sampai Senin malam. Pendaftaran
calon ketua umum dibuka sampai Selasa siang, 12 Mei 2015.(VIVA/agust)
Label:
panggung
00.39
Umboh: Perekonomian Harus Menyentuh Masyarakat Pedesaan
Ditulis oleh Unknown pada hari Senin, 11 Mei 2015 |Pukul 00.39
| Drs Frans Umboh |
Manado -
Partai berlambang kepala banteng bermoncong putih dalam lingkaran merah, telah
siap dipakai dan dikibarkan Drs Frans Umboh.
Dalam tekad
dan Keterpanggilan untuk membuat masyarakat di tiap desa menjadi lebih
sejahtera latar belakangnya, sekaligus jadi pemicu semangat untuk tampil dan
memenangkan agenda politik Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kabupaten
Minahasa Utara (Minut).
Menurut Umboh,
yang paling mendasar dan tepat guna
mewujud-nyatakan tugas mulai itu, harus diawali dengan merebut dan menempati
posisi utama sebagai pengambil dan penentu kebijakan dalam pelaksanaan roda
pemerintahan di Kabupaten Minut. Sebab dengan begitu kata Umboh,
langkah-langkah strategis akan bisa langsung menyentuh sendi kehidupan
masyarakat terutama sektor gerakan perekonomian di pedesaan. “Untuk saat ini,
gerakan perekonomian masyarakat harus menyentuh orang banyak terutama di
tingkat pedesaan. Sebab dari situ akan memunculkan kekuatan ekonomi yang kuat.
Hal itu yang saya lihat masih kurang menyentuh dan sangat dibutuhkan di
Kabupaten Minut. Karenanya, sebagai putra asli Minut, saya tertantang untuk
berperan langsung membangun daerah sendiri,” ujar Umboh saat diwawancarai
wartawan pekan kemarin.
Dikatakannya,
sebagai program prioritas, sangat penting dilakukan proses pendampingan ekonomi
berbasis kerakyatan sebagai bentuk tindak-lanjutnya. Karena sejak awal strategi
itu telah menjadi soko guru yang baik untuk kedepan, terutama bagaimana membawa
perubahan bagi daerah. “Masyarakat kalangan bawah itu perlu disentuh, karena memang
saat ini banyak yang sudah enggan untuk turun ke masyrakat bawah. Padahal,
ekonomi pedesaan itu harus disentuh dan diperkuat, sebab kalau kuat di desa
pasti akan kuat juga di daerah perkotaan,” ujar putra Desa Talawaan-Tonsea itu.
Terkait niat
pencalonannya menuju Pilkada Minut dengan mengendarai PDI-P, Umboh menegaskan
siap bertarung secara sportif dan tampil seperti apa adanya. “Kebijakan memilih
PDI-P sebagai kendaraan dikarenakan adanya kecocokan. Saya tidak pilih-pilih
partai mana yang kuat dan mana yang tidak kuat, tetapi dimana yang cocok
disitulah kami berlabuh,” ungkapnya seraya mempertegas jika bersama-sama dengan
rakyat dan seluruh keluarga besar PDI-Perjuangan, dirinya sangat optimis akan
memenangkan Pilkada di Minut.
Sementara
itu, politisi senior PDI-P Ibu Tea, sangat mendukung niat Umboh. "PDI-P
adalah besar dan terbuka bagi siapa saja. Jika dia (Frans Umboh-red) memilih
PDI-P untuk maju di Pilkada Minut, tentunya kami sangat mendukung," ujar
Ibu Tea.(febry kodongan)
Label:
panggung
23.56
AJI Manado Tuntut Upah Layak Jurnalis dan Independensi Media
Ditulis oleh Unknown pada hari Senin, 04 Mei 2015 |Pukul 23.56
MANADO - Aliansi Jurnalis Independen (AJI)
Manado menggelar aksi damai 'turun ke jalan' dalam rangka memperingati Hari
Buruh (May Day) 1 Mei dan Hari Kebebasan Pers Sedunia (Word Press Freedom
Day/WPFD) 3 Mei. Aksi ini menyuarakan tuntutan keadilan kesejahteraan jurnalis
dan independensi kebebasan pers di Sulawesi Utara.
Aksi yang diikuti puluhan jurnalis, anggota
AJI, perwakilan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) dan organisasi pers
ini digelar Senin (4/5). Aksi damai ini berawal di Zero Point Manado. AJI dalam
pernyataan sikapnya menyatakan keprihatinan, sampai saat ini masih banyak
pekerja pers/jurnalis yang tak memperoleh hak sesuai yang diamanatkan UU
Ketenagakerjaan.
Ketua dan Sekretaris AJI Manado, Yoseph
Ikanubun dan Fernando Lumowa menyatakan, di tengah pesatnya pertumbuhan media
di Sulawesi Utara, terjadi ketimpangan karena tak sebanding dengan
kesejahteraan jurnalis.
Banyak perusahaan media yang abai terhadap
pemenuhan hak jurnalis. Tak sedikit jurnalis di Sulawesi Utara tak mendapatkan
upah tak layak, penghasilan di bawah UMP atau UMR. Serta tak adanya kepastian
atas jaminan sosial. Belum lagi jurnalis yang berstatus karyawan tidak tetap
"Bahkan ada perusahaan pers atau media
yang tak menggaji jurnalisnya sepeserpun! Tak sedikit yang tak dijamin BPJS
Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, serta hak atas cuti, libur dan hak lainnya tak
dipenuhi," kata Ikanubun dan Lumowa.
Keberadaan jurnalis yang kurang diperhatikan
tersebut menjadi ancaram utama terhadap independensi dan profesionalisme
jurnalis. “Bagaimana bisa profesional sementara jurnalis masih memperjuangkan
kesejahteraannya,” tukas mereka.
Seruan lainnya yang diangkat dalam aksi
damai ini, kian beragamnya ancaman terhadap kebebasan pers dewasa ini. Jika
dulu musuh utama kebebasan pers ialah penguasa (negara), sekarang ancaman itu
datang dari berbagai sisi melalui intervensi ke ruang redaksi.
Dimana, intervensi bisa datang dari pemilik
modal/pemilik media, penguasa, pengiklan dan kelompok politik. Sejauh ini
begitu kentara ancaman terhadap kebebasan pers di dalam pemberitaan, dimana
ruang pemberitaan yang seharusnya milik publik `disita/dimonopoli' oleh berita
`pesanan' kelompok tertentu.
Kepentingan kekuasaan dan politik terlalu
jauh menguasai ruang-ruang redaksi media. Banyak contoh produk jurnalistik
media di Sulawesi Utara yang sulit dibedakan apakah itu berita ataukah iklan
berbayar yang seharusnya dipagari `pagar api' yang jelas."Acapkali
ditemukan adanya berita yang tidak independen, sepihak dan tak berimbang,"
jelas Ikanubun.
AJI Manado juga menyikapi proses
kriminalisasi terhadap jurnalis dan tindak kekerasan yang masih terus
berlangsung hingga kini. AJI Manado bersyukur, sejauh ini relatif tak ada
kriminalisasi dan tindak kekerasan terhadap jurnalis di Sulawesi Utara. "Kami harap tidak terjadi di sini. Kami
mengimbau Kepolisian paham dan menerapkan fungsi UU Nomor 40 tahun 1999 tentang
Pers sebagai pedoman utama atas sengketa pers atau selisih yang timbul akibat
pemberitaan," jelas Lumowa.
AJI Manado menyerukan kepada semua jurnalis
agar tetap profesional, mengedepankan Kode Etik Jurnalistik, kode etik perilaku
jurnalis dalam melakukan tugas jurnalistiknya di lapangan. AJI Manado mengimbau
perusahaan pers dan pemilik media di Sulawesi Utara memperlakukan jurnalis
secara adil. "Paling tidak dengan
memberi upah layak, sesuai amanat UU Ketenagakerjaan serta jaminan sosial
lainnya," ujar mereka.
Setelah dari Zero Point Manado, rombongan
aksi menyampaikan aspirasi ke DPRD Sulawesi Utara dan Wakil Gubernur Sulut, Dr
Djouhari Kansil. Ketua Komisi I DPRD Ferdinand Mewengkang dan anggota Komisi I Rocky Wowor-James Tuuk,
anggota Komisi II Ferdinand Mangumbahang dan anggota Komisi IV, Moh. Yusuf Amin
menerima aspirasi jurnalis.
“Kami segera mengagendakan dengar pendapat
dengan pemerintah provinsi, instansi terkait dan media membahas persoalan
banyak jurnalis yang tak menerima upah layan dan jaminan lainnya," tukas
Ferdinand Mewengkang, legislator asal Partai Gerindra.
Senada, Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Dr
Djouhari Kansil merespon positif pernyataan sikap AJI. Ia janji menugaskan
Disnakertrans Sulawesi Utara untuk menelusuri persoalan banyak jurnalis yang
diperlakukan tak adil. "Sebagai mitra, kami senantiasa menghargai profesi
jurnalis. Dengan kedudukan setara, media jangan pernah takut mengkritisi
pemerintah," pinta Kansil.(*)
Label:
panggung
19.59
MANADO – Hari Kebebasan Pers Sedunia atau
World Press Freedom Day yang jatuh 3 Mei akan diperingati Aliansi Jurnalis
Independen (AJI) Manado bersama AJI kota lainnya se-Indonesia. “Jika AJI kota
lain menggelar tepat pada 3 Mei besok, untuk AJI Manado akan dilaksanakan Senin
4 Mei dengan melakukan aksi turun ke jalan,” ujar Ketua AJI Manado Yoseph E
Ikanubun didampingi Sekretaris Fernando Lumowa, Sabtu (2/5/2015) di Sekretariat
AJI Manado.
Peringati World Press Freedom Day, Senin AJI Manado ‘Turun’ Jalan
Ditulis oleh Unknown pada hari Sabtu, 02 Mei 2015 |Pukul 19.59
Redaktur Harian Metro ini menyampaikan aksi
turun jalan itu bersamaan dengan peringatan Hari Buruh 1 Mei. “Aksi akan
dimulai pukul 09.00 WITA di Zerro Point. Dari situ kita akan bergerak ke Kantor
DPRD Sulut dan melanjutkan demo di Kantor Gubernur Sulut,” terang Ikanubun.
Selain AJI Manado, dia menambahkan aksi
massa juga bergabung dari IJTI dan pers kampus serta jurnalis yang ada di
daerah ini. “Tema aksi kita kali ini adalah Pers Bebas Jurnalis Sejahtera.
Silakan kawan-kawan jurnalis di daerah ini jika ingin bergabung kita kumpul di
Sekretariat AJI Manado pukul 08.00 WITA. Aksi ini adalah aksi damai sebagai momentum
untuk AJI, bersama organisasi jurnalis di seluruh dunia untuk mengingat kembai
pentingnya memperjuangkan dan mempertahankan kebebasan pers. Sekaligus menuntut
diselesaikannya berbagai kasus kekerasan pada jurnalis, yang berberapa kali
kita ketahui hingga berujung kematian. Dan juga menuntut perbaikan
kesejahteraan jurnalis yang adalah bagian dari perjuangan AJI untuk menjaga
kebebasan pers dan independensi ruang redaksi,” imbuhnya. (agust hari)
Label:
panggung
09.11
FPMI: Wujudkan Upah Layak Pekerja Media!
Ditulis oleh Unknown pada hari Jumat, 01 Mei 2015 |Pukul 09.11
![]() |
| Abdul Manan |
Jakarta -
Forum Pekerja Media Indonesia (FPMI) akan ambil bagian bersama ribuan buruh
lain dalam aksi May Day, Jum’at 1 Mei ini. Dalam aksinya, FPMI mengusung
tuntutan utama mewujudkan upah layak pekerja media. Rencananya, massa FPMI akan
melakukan aksi long march dari Bundaran Hotel Indonesia menuju Istana Negara.
“Upah layak
pekerja media yang telah diwacanakan selama ini harus terwujud dan dituangkan
dalam upah sektoral media. Untuk itu, FPMI mengajak pekerja media untuk bersatu
berjuang bersama dalam mewujudkan upah sektoral pekerja media ini”, kata juru
bicara FPMI, Chandra, yang juga Presiden Serikat Pekerja Cipta Kekar TPI
(MNCTV).
Chandra
mengemukakan, upah sektoral ini mutlak diperlukan sebagai bagian dari cara
untuk meningkatkan kesejahteraan, sekaligus meningkatkan produktifitas dan
profesionalitas pekerja media. Seain itu, perusahaan media juga memiliki
kewajiban memenuhi hak dasar pekerja lainnya, yaitu dengan mengikutsertakan pekerjanya
ke dalam program BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial).
FPMI
merupakan gabungan dari organisasi dan serikat pekerja media di Indonesia,
yaitu Serikat Pekerja Cipta Kekar TPI, Serikat Pekerja LKBN Antara, Serikat
Pekerja SCTV, Serikat Pekerja 68H, Serikat Pekerja Hukumonline, Serikat Pekerja
Koresponden TEMPO, Dewan Karyawan TEMPO, Dewan Karyawan Pikiran Rakyat
(Bandung), Forum Karyawan SWA, Dewan Karyawan Kontan, Ikatan Karyawan Solo Pos,
Federasi Serikat Pekerja Media (FSPM) Independen, Aliansi Jurnalis Independen
(AJI) Indonesia, dan AJI Jakarta.
Selain upah
layak, ada sejumlah masalah krusial yang dihadapi pekerja media di Indonesia.
Antara lain: praktik konvergensi yang menambah beban kerja bagi pekerja media
tapi tak diikuti oleh peningkatan kesejahteraan; konglomerasi media yang
memasung kebebasan pers; indikasi perbudakan terhadap pekerja media yang
ditandai dengan ditahannya ijazah pekerja media oleh perusahaan.
Hal lain
yang juga menjadi kepedulian FPMI adalah masih belum meluasnya kesadaran
berserikat di kalangan pekerja media. Berdasarkan pendataan yang dilakukan
Aliansi Jurnalis Independen (AJI) dan FSPM Independen, hingga kini jumlah media
yang memiliki serikat pekerja sekitar 38 di seluruh Indonesia. Dari jumlah itu,
yang serikat pekerjanya aktif sekitar 24 serikat pekerja. "Adanya FPMI ini
juga untuk mendorong lahirnya kesadaran berserikat di kalangan pekerja
media," kata jurubicara FPMI lainnya, Abdul Manan, yang juga Wakil Ketua
Dewan Karyawan TEMPO.
Menurut
Abdul Manan, kesadaran berserikat di kalangan pekerja media sangat penting.
Sebab, serikat pekerja merupakan wadah yang legal untuk memperjuangkan
kesejahteraan atau membangun prinsip-prinip hubungan ketenagakerjaan yang adil
dan fair di perusahaan media. Harus diakui pembentukan serikat pekerja memang
tidak mudah. Selain karena kesadaran berserikat yang kurang di kalangan pekerja
media, ada juga faktor resistensi dari perusahaan. "Karena hak berserikat
dilindungi oleh undang-undang, itu harusnya menjadi dasar kuat bagi pekerja
media untuk mendirikan serikat pekerja," kata Manan sambil menambahkan, regulasi
yang mengatur hak berserikat terdapat dalam Undang Undang Nomor 21 Tahun 2000
tentang Serikat Pekerja.(***)
Label:
panggung
20.21
May Day, Ini Pernyataan Sikap AJI Indonesia
Ditulis oleh Unknown pada hari Kamis, 30 April 2015 |Pukul 20.21
Aliansi
Jurnalis Independen (AJI) turut dalam barisan buruh dalam aksi serentak May Day
1 Mei 2015 di seluruh Indonesia. Perbaikan kesejahteraan pekerja termasuk
jurnalis adalah bagian dari perjuangan AJI untuk menjaga kebebasan pers dan
independensi ruang redaksi.
Jika dulu
ancaman terhadap kebebasan pers dilakukan oleh negara, kini AJI melihat ancaman
terhadap kebebasan pers justru dari dalam industri media itu sendiri. Posisi
tawar jurnalis yang buruk karena tidak berserikat membuat pemilik media semena-mena
dalam hal kesejahteraan jurnalis atau pekerja media secara umum. Industri media
yang berkembang pesat juga tak berbanding lurus dengan kesejahteraan jurnalis.
Belum lagi
tren konvergensi media membuat beban kerja jurnalis dan pekerja media semakin
bertambah namun dalam hal kesejahteraan jalan di tempat. Jurnalis jadi gampang
disetir pemilik media karena posisinya yang lemah. Abainya perusahaan media
terhadap peningkatan kesejahteraan pekerja mendorong, AJI Indonesia bersama
dengan Federasi Serikat Pekerja Media (FSPM) Independen beserta sejumlah
serikat pekerja dari beberapa perusahaan media membentuk Forum Pekerja Media.
Forum
menyoroti rendahnya tingkat kesejahteraan pekerja media dan kebutuhan akan
perlunya ditetapkan upah minimum sektor media.
Sebagian
jurnalis ini berstatus tidak tetap. Sebutan mereka beragam, mulai dari
koresponden, kontributor, 'freelance', 'stringer', sampai 'Tuyul'. Para
jurnalis dengan status tak tetap ini terus berjuang untuk mendapatkan
kesejahteraan yang lebih baik dari perusahaan media. AJI yang lebih dari 40
persen anggotanya berstatus pekerja tidak tetap ini menemukan sebagian besar
dari mereka mendapat upah yang rendah. Sebagian menerima penghasilan jauh di
bawah ketentuan upah minimum regional yang berlaku di masing-masing provinsi.
Harapan atas
peningkatan kesejahteraan jurnalis kembali muncul di peringatan May Day tahun
ini. Jurnalis juga dihadapkan pada ketidakpastian atas jaminan sosial. Seperti
diketahui, program Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) terkait ketenagakerjaan
yakni iuran pensiun BPJS Ketenagakerjaan akan berlaku pada 1 Juli 2015, namun
hingga kini belum ada kepastian besaran iuran yang semestinya ditetapkan oleh
pemerintah. Di sisi lain, ada potensi besaran iuran BPJS Ketenagakerjaan akan
membuat perusahaan media mengurangi fasilitas yang sudah diberikan selama ini.
Di tengah
minimnya kesadaran perusahaan media untuk meningkatkan kesejahteraan jurnalis,
masih terdapat juga hambatan bagi jurnalis dalam mendirikan serikat pekerja di
lingkungan perusahaan media. Sejumlah perusahaan media tampak enggan mengakui
maupun mendorong pembentukan serikat pekerja di dalam perusahaan yang merupakan
hak yang diatur dalam konstitusi itu.
AJI juga
menyoroti belum terwujudnyakesetaraan hak antara jurnalis perempuan di setiap
perusahaan media. Sebagai contoh, masih ada perbedaan dalam pemberian tunjangan
pemeliharaan kesehatan untuk keluarga jurnalis perempuan dibandingkan jurnalis
laki-laki. Belum lagi, masih banyak perusahaan yang tidak memberikan cuti haid
atau fasilitas laktasi bagi pekerja perempuan yang masih menyusui anak.
Oleh sebab
itu AJI Indonesia melalui Ketua Umum Suwarjono dan Sekjen Arfi Bambani
menyatakan:
1. Mendesak
perusahaan media meningkatkan kesejahteraan jurnalis di tengah tambahan beban
kerja akibat konvergensi media maupun ekspansi bisnis perusahaan.
2. Mendesak
pemerintah menetapkan upah sektoral pekerja media dengan memerhatikan
karakteristik industri media yang tengah berkembang pesat di tengah tren
konvergensi media.
3. Mendesak
perusahaan media yang mempekerjakan kontributor, koresponden atau freelance
dengan standar kontrak kerja yang jelas sehingga bisa memenuhi kebutuhan hidup
mereka.
4.
Menyerukan perusahaan media agar mematuhi ketentuan pemerintah terkait iuran
pensiun yang harus dibayar ke BPJS Ketenagakerjaan per 1 Juli 2015. AJI mendesak
perusahaan media menyertakan jurnalis dalam program jaminan sosial tanpa
menurunkan fasilitas dasar yang telah diterima jurnalis di masing-masing
perusahaan media.
5. Mendukung
pendirian serikat pekerja di semua perusahaan media tanpa ada tekanan dari
manajemen perusahaan media.
6.
Menyerukan kepada seluruh perusahaan media di Indonesia agar menerapkan sistem
pengupahan dan pemberian tunjangan yang setara tanpa diskriminasi terhadap
jurnalis perempuan.(joe)
Label:
panggung
22.45
Peduli Seni dan Budaya, Sosok Benny Mamoto Dirindukan Warga Sulut
Ditulis oleh Unknown pada hari Kamis, 23 April 2015 |Pukul 22.45
MANADO - Kerinduan masyarakat Sulawesi Utara
untuk mendapatkan sosok pemimpin yang peduli dan cinta pada rakyat begitu didamba-dambakan.
Juga sosok yang berjiwa sosial, peduli
seni dan budaya, dan peduli akan lingkungan.
Figur yang pantas untuk jadi pemimpin di provinsi
yang memiliki 11 kabupaten dan 4 kota dengan luas 15.069.00 km2, serta berbatasan dengan Provinsi Gorontalo dan negara
Filipina ini adalah Dr Benny Josua Mamoto SH MSi.
“Karena
orangnya baik. Berpengalaman juga tegas walaupun dia latar belakang
kepolisian tapi dia belajar semua. Artinya dia mampu untuk mengatur Sulut dan
layak untuk memimpin Sulut jadi lebih aman dan sejahtera,” tutur Mario Lengkey,
warga Mapanget ini kepada manadosatu.com, Kamis (23/04/2015).
Meski waktu lalu, pria berdarah Minahasa ini
di Institut Seni Budaya Sulawesi Utara (ISBSU) sempat terdengar isu kalau
kiprahnya di ISBSU merupakan kedekatannya untuk menarik perhatian masyarakat Sulut
untuk maju dalam suksesi politik, akan tetapi itu murni demi kebudayaan Sulut.
Benny tetap pada pendiriannya untuk memberi
kontribusi pada pelestariannya budaya Sulut. Dalam beberapa kesempatan di iven
seni dan budaya, Benny hampir selalu memaparkan kepeduliannya terhadap seni dan
budaya tanpa dilatarbelakangi oleh kepentingan-kepentingan pribadi.
“Dari pengalaman Pak Benny diluar, dengan jabatan-jabatan yang dia
pernah jabat waktu lalu, sekalipun dia banya kerja diluar, tapi sudah banyak dibuat
untuk Sulut. Salah satunya dari segi kesenian dan budaya, Sulut boleh di kenal
dunia. Dia juga peduli pada generasi muda dengan membuat tempat rehabilitasi
narkoba yang di Tompaso meski sekarang sudah dilalap api,” pungkas Mario.
Perlu diketahui, Benny Mamoto, pernah
menangani kasus-kasus narkoba dari yang skala kecil hingga besar. Sejak tahun
2009 menjabat sebagai Direktur Badan Narkotika Nasional (BNN). Benny lahir dari
keluarga dengan adat Minahasa yang kental, sehingga membuatnya memiliki sifat
yang tegas dan bertanggungjawab seperti yang diajarkan oleh kedua orangtuanya.
Dia alumnus Fakultas Hukum Universitas
Krisnadwipayana, dengan gelar sarjana yang ia dapatkan pada tahun 1992.
Sebelumnya ia sudah terlebih dahulu menempatkan diri di pendidikan AKABRI
Kepolisian pada tahun 1977. Setelah lulus dari Universitas Krisnadwipayana,
dirinya kemudian melanjutkan pendidikan studinya di Universitas Indonesia (UI)
dan mengambil program S2 dalam bidang Kajian Ilmu Kepolisian dan berhasil lulus
pada tahun 2002. Ia pun resmi mendapatkan gelar doktor di bidang yang sama di
Universitas Indonesia pada tahun 2008.
Bagi Benny, penanggulangan masalah narkoba
yang banyak ia tangani di daerah Aceh dan Mandailing Natal memerlukan strategi
khusus agar mampu dibasmi secara tuntas dan menyeluruh. Ia menyebutnya sebagai
totalitas, seperti halnya dalam sepak bola ia mengenal istilah total football,
sebuah gaya permainan sepak bola menyerang dan agresif.
Dirinya pernah menjabat sebagai Direktur
Penindakan dan Pengejarai BNN. Ia sempat mendapatkan berbagai penghargaan
seperti Satya Lencana Kesetiaan, Bintang Bhayangkara Nararya, dan lain
sebagainya sebagai bukti kapabilitas dan loyalitas yang dimilikinya. Namun tak
hanya prestasi di bidang kepolisian saja, Benny menjadi sebgai Pemrakarsa rekor
MURI terbanyak se-Indonesia sejumlah 30 (tiga puluh) rekor MURI dan 7 (tujuh)
Rekor Dunia (Guinness World Records) di bidang seni budaya, pendidikan, promosi
produk andalan daerah dan kuliner Sulawesi Utara.
Ketua Umum Sulut Green & Organik dengan
program penghijauan telah mendirikan Laboratorium Kultur Jaringan dan Pembibitan
Jabon Merah (Karumama). Juga turut andil
dalam pemecahan rekor MURI sebagai pemrakarsa kegiatan pawai salib dalam peringatan
hari Paskah oleh masyarakat Minahasa Utara (Minut) pada April 2012 lalu.(febry
kodongan)
Pendidikan:
Pendidikan AKABRI Kepolisian (1977)
S1 Fakultas Hukum Universitas
Krisnadwipayana (1992)
S2 Kajian Ilmu kepolisan Universitas
Indonesia (2002)
S3 Kajian Ilmu Kepolisian Universitas
Indonesia (2008)
Karir Polri:
Ka Unit I/Keamanan Negara
Wakil direktur II/Ekonomi & khusus
Bareskrim Polri
Wakil Sekretaris NCB-Interpol Indonesia
(2007-2009)
Direktur Badan Narkotika Nasional
(2009-2014)
Satya Lencana Kesetiaan 8 tahun
Satya Lencana Kesetiaan 16 tahun
Satya Lencana Kesetiaan 24 tahun
Bintang Bhayangkara Nararya
Karir Daerah:
Ketua Umum Panitia Festival Maengket tingkat
Nasional 2005
Ketua Panitia Penataran Pelatih Maengket
tingkat Nasional di Cibubur 2006
Ketua Umum Panitia Seminar Nasional Maengket
di Jakarta 2006
Ketua Umum Panitia Simposium Nasional
Kolintang di Manado 2007
Ketua Umum Panitia Festival Seni Budaya
Sulawesi Utara 2007.2008.2009.
Ketua Umum Fesitival Pinawetengan 2010 &
2011.
Ketua Umum Festival Malesung 2012.
Wakil Ketua Umum Kerukunan Keluarga Kawanua
(KKK) 2008-2010.
Ketua Umum Yayasan Institut Seni Budaya
Sulawesi Utara
Ketua Umun SULUT Green & Organik
Ketua Umum Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK)
Periode 2012-2016.
Label:
panggung
00.03
MANADO – Mantan Ketua MUI Sulut yang dikenal
sebagai tokoh pemersatu, KH Arifin Assegaf yang meninggal Senin (134/2015), banyak
dikenang sejumlah tokoh di daerah ini.
KH Arifin Assegaf Berpulang, Sulut Kehilangan Tokoh Pemersatu
Ditulis oleh Unknown pada hari Rabu, 15 April 2015 |Pukul 00.03
![]() |
| KH Arifin Assegaf.(foto: istimewa) |
Wakil Walikota Manado, Harley Mangindaan
misalnya, sempat menjenguknya ketika dalam kondisi terbaring lemah di Rumah Sakit
Prof Kandouw Ruang Irene F, pada Kamis 5 Maret 2015 lalu.
“Sosok kharismatik yang memegang teguh
prinsip kebersamaan walaupun ditengah kepelbagaian perbedaan. Nasehat serta
wejangan-wejangan almarhum untuk pembangunan akhlak dan kehidupan sosial di
kota ini akan selalu menjadi bekal dan pegangan kita bersama," kata
Mangindaan ketika melayat ke rumah duka.
Diakui Mangindaan, masyarakat Sulut kehilangan
tokoh berpengaruh. “Kita jelas kehilangan sosok pemersatu, tapi apa yang telah
diperbuat untuk pembangunan dan kebersamaan itu tetap kita ingat,” imbuhnya.
Olden Kansil juga mengungkapkan soal sosok Assegaf. Melalui status facebooknya dia menyebut bahwa daerah ini telah kehilangan
sosok yang menjadi teladan. “Tahun 80-an saya mengenal KH Arifin Assegaf
sebagai seorang ulama dan juga politisi di Partai Persatuan Pembangunan. Namun
saya benar-benar menjadi lebih dekat justru setelah saya bergabung di Lembaga
Bantuan Hukum (LBH) Manado dan beberapa kali mengundang beliau bicara.
Menjelang reformasi, Ustad Arifin satu-satunya ulama di Sulut yang berada di
garis depan dalam membabarkan pesan reformasi. Analisis kritisnya terhadap
perkembangan politik, terutama kritiknya terhadap “politik aliran” -- yang
cenderung mengeksploitir nilai-nilai dan simbol agamis -- menjadi salah satu
tema diskusi yang selalu menarik. Bagi pak Kiai Arifin, Islam itu bukan sekedar
soal entitas yang dapat disekat-sekat dengan label Muhammadiyah, NU, Al Isryad
atau Syarekat Islam,” kenang Kansil.
Masalah Islam, kata dia bagi Ustad juga
bukan hanya soal banyak yang tidak sholat, tidak sholeh dan tidak bayar zakat
atau sekedar soal kelompok radikal, tetapi soal bagaimana Islam menjadi solusi,
rahmat dan memberi arti bagi keberlanjutan kehidupan banyak orang.
“Selaku seorang intelektual, KH Arifin
Assegaf adalah sosok yang banyak menyemai berbagai pemikiran dari berbagai
aliran. Bahkan menjadi titik temu berbagai kelompok dengan klaim
intelektualitas bahkan klaim ideologisnya sendiri-sendiri. Berdiskusi dengan
pak Arifin membuat kita bisa mengikuti ragam pengembaraan intelektualitas dan
spiritualitas yang melintasi batas atau sekat klaim “kulit luar” Islam,
Kristen, Katolik, Budha, Hindu, Kong hu Chu,” katanya.(agust hari)
Label:
panggung
23.09
Empat Kader Berkualitas PDIP Terdepak, Apa Kata Pengamat
Ditulis oleh Unknown pada hari Senin, 13 April 2015 |Pukul 23.09
![]() |
| Maruarar Sirait.(foto: jurnalparlemen) |
JAKARTA - PDI Perjuangan sudah mengumumkan
susunan kepengurusan untuk lima tahun ke depan. Sejumlah vokalis PDIP seperti
Maruarar Sirait, Rieke Diah Pitaloka, Eva Kusuma Sundari dan Pramono Anung
tersingkir.
Mereka tak masuk lagi dalam susunan pengurus
Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan hasil Kongres IV di Bali. Padahal,
mereka dikenal sangat aktif dalam membesarkan partai dengan cara masing-masing.
Direktur Eksekutif Indo Barometer, M Qodari
di Jakarta, Sabtu (11/4/2015), mengaku kaget dengan tidak dimasukkannya
Maruarar, Eva, Pram dan Rieke dalam kepengurusan DPP PDIP periode 2015-2020,
padahal mereka jelas berkualitas dan bekerja keras membesarkan partai. “Sangat
disayangkan memang, orang berkualitas sekelas mereka didepak," kata
Qodari.
Ara dan Rieke, kata dia, adalah lumbung
suara untuk partai. Keduanya juga tokoh yang kreatif dalam menjaring relawan
dan pemilih pemula untuk partai. Sementara itu, pengamat Politik Universitas
Indonesia (UI), Boni Hargens menyayangkan langkah Ketua Umum Partai Demokrasi
Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri yang tidak menjadikan Maruarar
Sirait alias Ara menjadi pengurus pusat partai berlambang banteng moncong putih
itu. “Itu sangat disayangkan ya. Saya sendiri sangat menyayangkan orang seperti
Maruar tidak masuk. Tapi kalau Maruar Sirait, Eva Sundari, dan lain-lain yang
berpotensi tidak masuk itu yang jadi pertanyaan,” ujar Boni.(mer/agust hari)
08.52
Jimly Asshiddiqie: Jurnalis yang Jadi Komisioner Harus Bekerja Full Time
Ditulis oleh Unknown pada hari Kamis, 09 April 2015 |Pukul 08.52
![]() |
| Ketua DKPP RI, Jimly Asshiddiqie.(foto: tempo.co) |
MANADO - Jika ingin pilkada berintegritas
maka penyelenggara pemilu harus
benar-benar berintegritas dan mematuhi etika tugas mereka.
Termasuk juga jurnalis yang terpilih sebagai
komisioner. "Mereka harus bekerja full time sebagai KPU dan
Bawaslu/Panwaslu. Harus benar-benar menjalankan independensi sebagai
penyelenggara pemilu," ujar Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu,
Jimly Asshiddiqie di Unsrat Manado, Rabu (8/4/2015).
Mantan Ketua MK ini menjelaskan jurnalis
sebagai petugas penyelenggara pemilu tidak boleh berada di ruang redaksi selama
dia bertugas sebagai komisioner. "Ya tidak boleh. Dia harus cuti dulu dari
redaksi," katanya.
Sayang Jimly tak menyebutkan sanksi-sanksi
etik jika ada jurnalis yang menjadi komisioner masih berada di ruang redaksi
saat masih menjalankan tugas sebagai penyelenggara pemilu.
Dari 15 kabupaten/kota di Sulut ada sejumlah
jurnalis yang menjadi personil KPU maupun Panwaslu. Dan 7 daerah ditambah
pemilihan gubernur akan menggelar pilkada serentak pada Desember nanti. (agust
hari)
19.03
DPP Partai Demokrat Hanya Gunakan Lima Lembaga Survei
Ditulis oleh Unknown pada hari Kamis, 26 Maret 2015 |Pukul 19.03
MANADO - DPP Partai Demokrat akhirnya
merilis lembaga survey yang akan menjadi acuan maju tidaknya calon di
pertarungan top eksekutif Provinsi, Kabupaten dan Kota.
Melalui situs resmi Partai Demokrat,
http://www.demokrat.or.id/pemilukada2015/ hanya 5 lembaga survey yang tengah
berjalan sebulan berjalan ini hingga pada akhirnya akan mengerucut calon di
Pilkada 2015.
Adalah lembaga survei yang kredibel (yang
disarankan salah satu); Saiful Mujani – SMRC beralamat Jl. Kusuma Atmaja No. 59
Menteng, Jakarta Pusat 102510 Indonesia, LSI (Lembaga Survey Indonesia)
Burhanudin Muhtadi Jl. Lembang Terusan No. D-57, Menteng Jakarta Pusat 10310,
Populi Center Alamat: Jl. Letjen. S. Parman, Kavling 4, Komplek BNI nomor K-4
Jakarta Barat 11480 dan Cyrusnetwork Alamat: Graha Pejaten No.4, Jl. Raya
Pejaten, Jakarta 12510.
Otomatis lembaga survey yang saat ini telah
mengeluarkan hasil survey khususnya di kota Manado (Pilwako Manado) dianggap
tidak menjadi cakupan Partai yang berlambang bintang mercy.
Ketua DPC Partai Demokrat kota Manado Moris
Korah yang dimintai tanggapanya pun menyatakan, sah-sah saja ada lembaga survey
yang saat ini telah menyatakan ada satu sosok paling unggul. “Tapi perlu
diketahui masyarakat kota Manado dalam survey calon Walikota dan Wakil Walikota
Manado sesuai dengan petunjuk DPP Partai Demokrat hanya ada 5 lembaga survey
yang salah satunya akan digunakan sebagai acuan menjaring calon di wilayah yang
akan menggelar Pemilukada termasuk Pilwako Manado,” terang Korah.
Ditegaskan laki-laki pasung ini, DPP Partai
Demokrat mengambil acuan ini tersebut (lembaga survey) untuk dipakai sebagai
keputusan putusan dalam pilwako Manado. “Artinya ini adalah salah satu ukuran
tingkat elektabilitas salah satu calon yang nantinya akan menggunakan kendaraan
Demokrat,” ungkap Korah sembari menambahkan, lewat lembaga survey akan
mendekatkan keputusannantinya di Pilwako Manado dengan prinsip-prinsip ilmiah
dan akademisi.(agust hari)
05.03
Ini Kata SHS Soal Konferta AJI Manado
Ditulis oleh Unknown pada hari Senin, 23 Maret 2015 |Pukul 05.03
Manado- Gubernur Sulut, DR SH Sarundajang
mengharapkan, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Manado dapat meningkatkan
sinergitas dan perannya dalam ikut menghadirkan pola penyelenggaraan
pemerintahan yang baik dan bersih. Hal ini disampaikan Sarundajang dalam sambutan
tertulis yang dibacakan Karo Pemerintahan dan Humas Setdaprov Sulut, Linda
Watania saat pelaksanaan Konferensi Kota (Konferta) AJI Manado, Sabtu (21/03)
lalu, di Hotel Tontemboan Manado.
Label:
panggung
06.55
Manado- Forum Konferensi Kota (Konferta) Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Manado yang digelar di Hotel Tontemboan Manado, Sabtu (21/03) akhir pekan lalu, berhasil memilih dan menetapkan Yoseph E Ikanubun dan Fernando Lumowa sebagai Ketua dan Sekretaris AJI Manado Periode 2015 – 2018. Ikanubun dan Lumowa terpilih secara aklamasi setelah dua pasangan lainnya, Fransiskus Talokon – Donny Turang, dan Syarif Litty – Simon Making mundur dari pencalonan.
Ikanubun – Lumowa Pimpin AJI Manado
Ditulis oleh Unknown pada hari Minggu, 22 Maret 2015 |Pukul 06.55
Manado- Forum Konferensi Kota (Konferta) Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Manado yang digelar di Hotel Tontemboan Manado, Sabtu (21/03) akhir pekan lalu, berhasil memilih dan menetapkan Yoseph E Ikanubun dan Fernando Lumowa sebagai Ketua dan Sekretaris AJI Manado Periode 2015 – 2018. Ikanubun dan Lumowa terpilih secara aklamasi setelah dua pasangan lainnya, Fransiskus Talokon – Donny Turang, dan Syarif Litty – Simon Making mundur dari pencalonan.
Label:
panggung
22.04
Flora Kalalo Didekati Petinggi DPD PDI Perjuangan Sulut
Ditulis oleh Unknown pada hari Rabu, 11 Maret 2015 |Pukul 22.04
![]() |
| Dr Flora Kalalo SH MH |
MANADO - Salah satu akademisi Universitas
Sam Ratulangi (Unsrat) Manado terus dibicarakan terkait momen politik Pilkada Manado.
Adalah DR Flora P Kalalo SH MH yang saat
ini tercatat sebagai staf pengajar di Fakultas Hukum, yang mulai didekati
petinggi PDI Perjuangan Sulut.
Orang dekat Flora Kalalo yang enggan
menyebutkan namanya membenarkan desas desus terkait dengan merapatnya
komunikasi yang dibangun oleh pengurus DPD I PDIP Sulawesi Utara terhadap Flora
Kalalo.
“Kurang lebih dua minggu belakangan ini
pengurus partai berlambang moncong putih itu intens membangun komunikasi dengan
Wakil Rektor II Universitas Sam Ratulangi Manado (Flora-red),” katanya kepada
wartawan.
Lebih lanjut ketika ditanyai mengenai pembahasan
kongkrit yang didiskusikan, dia tidak mengetahui diskusinya secara detail.
“Terkait dengan diskusi yang dilakukan oleh petinggi partai PDIP Sulut dengan
Ibu Wakil Rektor II saya tidak mengetahui secara pasti. Namun dalam proses
diskusi tersebut berjalan santai dan terlihat semuanya dalam keadaan gembira,”
jelasnya.
Sementara itu, terkait dengan informasi ini
mendapat tanggapan dari berbagai kalangan masyarakat kampus salah satunya
adalah mantan Dekan Fakultas Sastra dan Ilmu Budaya Reymond Mawitjere. “Sesungguhnya
kami sangat membutuhkan sosok seperti WR II untuk terus berada di lingkungan
Unsrat sebagai pemimpin kami. Karena semenjak menjadi WR II Unsrat, ada
beberapa terobosan yang dilakukannya, kemudian secara keseluruhan civitas
senang dengan terobosan-terbosan yang dilakukannya itu,” ujar Mner Emon, sapaan
akrabnya itu.
“Segala yang terlihat sulit oleh dosen,
pegawai maupun mahasiswa dalam menghadapi persoalan di kampus, terkadang
menjadi mudah di hadapan WR II. Hal ini dikarenakan dengan segudang pengalaman
dan kebijakannya yang bijak dalam menyelesaikan persoalan,” lanjut puji Reymond
yang saat ini menjadi Ketua Senat Fakultas Sastra dan Ilmu Budaya.
Wakil Rektor II ketika dikonfirmasi melalui
salah satu stafnya Fiko Onga, menyampaikan bahwa ibu Flora tidak pernah
mendiskusikan terkait Pilwako Manado.
“Sampai saat ini tidak ada pernyataan dari
ibu Flora untuk maju dalam Pemilihan Walikota Manado, tetapi yang selalu
disampaikannya yaitu akan bahu membahu membangun Kota Manado, dan hal ini
dilakukan melalui Universitas Sam Ratulangi yang merupakan bagian dari Kota Manado,”
terangnya.
Dikatakannya, saat ini Ibu Flora masih fokus
membangun Unsrat sesuai dengan visi dan misi yang dipimpin oleh Rektor saat ini
yakni Prof Ellen Kumaat. “Saat ini Ibu Flora fokus membantu Ibu Rektor Unsrat untuk
membawa Unsrat menjadi lebih baik,” demikian ujar Fiko Onga.(*)
21.22
GMKI Manado Gelar Konsolidasi Hadapi Tahun Politik 2015
![]() |
| Logo GMKI |
MANADO - Tahun 2015 merupakan momentum yang
sangat strategis bagi Sulawesi Utara, khususnya ditinjau dari dimensi Politik
dan Ekonomi. Hal itulah yang kemudian disikapi elemen pemuda dan mahasiswa yang
tergabung dalam organisasi Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang
Manado.
Selama tiga hari yakni 6–8 Maret 2015 mereka
menggelar konsolidasi tertutup di Wale Klabat Minahasa Utara. Ketua BPC GMKI Manado, Erick G Kawatu SE
mengungkapkan, selakuKetua BPC GMKI Manado, dalam pertemuan tersebut telah
dibahas langkah-langkah strategis dalam mempersiapkan diri, baik secara
internal maupun dalam tataran eksternal.
Lanjut dia, contohnya sumbangsih pemikiran
dan program actual seperti apa yang akan dipersembahkan bagi masyarakat
Sulawesi Utara, sehingga gema dari Tahun Politik dan MEA dapat memberikan nilai
tambah positif bagi masyarkat.
“Kami gencar melakukan edukasi politik bagi
generasi muda, yang selama ini kami nilai terkena dampak pergeseran pemahaman
nilai dan arti politik yang cenderung pragmatis dengan mengartikan bahwa
Politik semata untuk merebut kekuasaan. Padahal esensi substansial yang utama
adalah Politik merupakan saluran suci untuk menghadirkan kesejahteraan bagi
sesama,” papar Kawatu.
Ditambahkan Patricia Kuhu SH selaku Ketua
Bidang Komunikasi, bahwa dalam rangka memboboti penyusunan kebijakan
organisasi, maka dalam pertemuan tersebut telah digelar Study meeting dengan
tema “Menjemput Tahun Politik dan Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015” dengan
menghadirkan narasumber berkompeten diantaranya Dr Peggy Mekel dan Asiano Gamy
Kawatu SE MSi dari kalangan birokrat.
“Selama tiga hari kami mengupas isu
strategis daerah, setelah itu kemudian kami menuangkannya menjadi kebijakan
organisasi yang diambil dalam Sidang Pleno II BPC GMKI Manado,” Kuhu.(joe)
Label:
panggung
20.44
21 Maret Konferta AJI Manado, Diawali Seminar Lingkungan Hidup
Ditulis oleh Unknown pada hari Selasa, 10 Maret 2015 |Pukul 20.44
![]() |
| Logo Aliansi Jurnalis Independen |
MANADO - Kepengurusan Aliansi Jurnalis
Independen (AJI) Manado Periode 2012 – 2015 akan berakhir dalam waktu dekat
ini. Terkait itu melalui panitia yang ada, sementara dipersiapkan Konferensi
Kota (Konferta) AJI Manado untuk memilih kepengurusan baru Periode 2015 – 2018.
Rangkaian kegiatan Konferta ini akan dilaksanakan, Sabtu (21/3/2015) di Hotel
Tountemboan Manado ini, akan diawali dengan seminar lingkungan hidup.
“Untuk Konferta sudah dipastikan
pelaksanaannya pada 21 Maret 2015 mendatang bertempat di Hotel Tountemboan
Manado. Sebelum pelaksanaan Konferta, akan diawali dengan seminar tentang
lingkungan hidup,” ungkap Ketua Panitia Pelaksana, Agustinus Hari didampingi
Sekretaris Fernando Lumowa.
Lanjut Hari, seminar lingkungan hidup ini
nantinya akan menghadirkan beberapa pembicara baik dari kalangan kampus,
jurnalis, serta sharing pengalaman bagaimana mengelola lingkungan hidup sebagai
bagian dari tanggungjawab sosial perusahaan oleh PT Tirta Investama (Aqua)
Airmadidi.
“Manfaat bagi jurnalis adalah bagaimana dia
memahami isu-isu lingkungan, sekaligus melihat bagaimana sebenarnya peran
perusahaan-perusahaan yang terkait erat dengan lingkungan, dalam melakukan
upaya konservasi sumberdaya alam itu sendiri. Dari situ ia akan mampu membuat
perencanaan liputan dan karya jurnalistik yang berperspektif lingkungan,” papar
Hari dan Lumowa.
Setelah seminar itu, lanjut keduanya, akan
diteruskan dengan agenda Konferta sebagaimana yang telah disusun oleh Panitia
Pengarah dibawa pimpinan Fransiskus Talokon, Nolfie Tamod, dan Donny Turang.
Sementara itu, Ketua AJI Manado Yoseph E
Ikanubun mengatakan, agenda Konferta merupakan forum pengambilan keputusan
tertinggi di tingkat AJI Kota dimana akan dilakukan evaluasi kepengurusan
sebelumnya, sekaligus memilih pengurus yang baru. “Perjalanan panjang selama
tiga tahun akan dievaluasi sejauh mana AJI mampu mengambil peran dalam mewarnai
kehidupan pers di Sulawesi Utara, memastikan peran pers itu berjalan dengan
baik. Kita juga akan memilih pengurus baru untuk tiga tahun selanjutnya. Tentu
diharapkan kehadiran seluruh anggota dalam forum ini,” papar Ikanubun
didampingi Sekretaris AJI Manado, Ishak Kusrant.(*)
Label:
panggung,
pemerintahan








.jpg)


.svg.png)





