Home » , » Jimly Asshiddiqie: Jurnalis yang Jadi Komisioner Harus Bekerja Full Time

Jimly Asshiddiqie: Jurnalis yang Jadi Komisioner Harus Bekerja Full Time

Ditulis oleh Unknown pada hari Kamis, 09 April 2015 |Pukul 08.52

Ketua DKPP RI, Jimly Asshiddiqie.(foto: tempo.co)

MANADO - Jika ingin pilkada berintegritas maka penyelenggara pemilu harus benar-benar berintegritas dan mematuhi etika tugas mereka.

Termasuk juga jurnalis yang terpilih sebagai komisioner. "Mereka harus bekerja full time sebagai KPU dan Bawaslu/Panwaslu. Harus benar-benar menjalankan independensi sebagai penyelenggara pemilu," ujar Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu, Jimly Asshiddiqie di Unsrat Manado, Rabu (8/4/2015).

Mantan Ketua MK ini menjelaskan jurnalis sebagai petugas penyelenggara pemilu tidak boleh berada di ruang redaksi selama dia bertugas sebagai komisioner. "Ya tidak boleh. Dia harus cuti dulu dari redaksi," katanya.

Sayang Jimly tak menyebutkan sanksi-sanksi etik jika ada jurnalis yang menjadi komisioner masih berada di ruang redaksi saat masih menjalankan tugas sebagai penyelenggara pemilu.

Dari 15 kabupaten/kota di Sulut ada sejumlah jurnalis yang menjadi personil KPU maupun Panwaslu. Dan 7 daerah ditambah pemilihan gubernur akan menggelar pilkada serentak pada Desember nanti. (agust hari)


Sebarkan tulisan ini : :

News Streaming

 
www.manadosatu.com | Info Iklan | Kontak Kami | Redaksi
Copyright © 2014. manadosatu - CV.
Contact email: manadosatu@gmail.com, manadosatu@yahoo.com
Kreasi by ManadoSatu.Com Crew