![]() |
| Ketua DKPP RI, Jimly Asshiddiqie.(foto: tempo.co) |
MANADO - Jika ingin pilkada berintegritas
maka penyelenggara pemilu harus
benar-benar berintegritas dan mematuhi etika tugas mereka.
Termasuk juga jurnalis yang terpilih sebagai
komisioner. "Mereka harus bekerja full time sebagai KPU dan
Bawaslu/Panwaslu. Harus benar-benar menjalankan independensi sebagai
penyelenggara pemilu," ujar Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu,
Jimly Asshiddiqie di Unsrat Manado, Rabu (8/4/2015).
Mantan Ketua MK ini menjelaskan jurnalis
sebagai petugas penyelenggara pemilu tidak boleh berada di ruang redaksi selama
dia bertugas sebagai komisioner. "Ya tidak boleh. Dia harus cuti dulu dari
redaksi," katanya.
Sayang Jimly tak menyebutkan sanksi-sanksi
etik jika ada jurnalis yang menjadi komisioner masih berada di ruang redaksi
saat masih menjalankan tugas sebagai penyelenggara pemilu.
Dari 15 kabupaten/kota di Sulut ada sejumlah
jurnalis yang menjadi personil KPU maupun Panwaslu. Dan 7 daerah ditambah
pemilihan gubernur akan menggelar pilkada serentak pada Desember nanti. (agust
hari)
