![]() |
| Tua-tua adat sedang membawa kue tamo yang merupakan salah satu prosesi pada pesta adat Tulude. |
MANADO
– Perayaan adat tradisional masyarakat Sangihe, Sulawesi Utara yang
dikenal dengan “Tulude” bakal menjadi agenda pariwisata tahunan Pemprov
Gorontalo.
“Terus terang pak David (Bupati Gorontalo),
saya merasa malu. Seharusnya perayaan adat semacam ini digelar oleh pemerintah
provinsi, namun pak David sudah berinisiatif menggelar acara ini dengan
mengundang warga Sangihe se-Gorontalo. Saya janji acara semacam ini tahun depan
akan kita laksanakan lebih besar dan lebih meriah lagi,” kata Gubernur
Gorontalo Rusli Habibie saat menghadiri perayaan Tulude yang digelar oleh
Pemkab Gorontalo di GOR David-Tonny, Sabtu (15/02) kemarin.
Perayaan yang menghadirkan ratusan warga
keturunan Sangihe yang bermukim di Gorontalo itu juga turut dihadiri oleh
Bupati Kepulauan Sangihe HR Magakansa.
Masuknya perayaan Tulude sebagai agenda
pemprov, tidak terlepas dari banyaknya warga Sangihe yang bermukim di
Gorontalo. Selain untuk mengapresiasi budaya dan kearifan lokal, pelaksanaan
Tulude diharapkan dapat meningkatkan kerukunan beragama, suku dan budaya
masyarakat Gorontalo yang hidup majemuk. Gubernur juga menegaskan tidak pernah
membeda beda suku dan agama dalam pemerintahan dan tetap menjaga semboyan
“torang samua basudara”.
“Masyarakat Sangihe yang bermukim di
Gorontalo jumlahnya cukup banyak tersebar di beberapa kabupaten/kota.
Kontribusi mereka khususnya di sektor pertanian juga kami perhitungkan. Kita
tidak pernah membeda bedakan mana orang Gorontalo asli, mana orang
Bolaangmongondow, mana warga Minahasa dan Sangihe. Bagi kami Bohusami itu satu
dan samua basudara,” tandasnya melalui sebuah rilis kepada DeGorontalo.
Perayaan Tulude selain sebagai upacara adat,
juga merupakan suatu pesta rakyat warga Sangihe. Pada setiap perayaa Tulude
diundang para tamu tamu kehormatan dan masyarakat umum.salah satu bagian
penting dalam ucapara tersebut yakni pemotongan kue Tamo.
Pemotongan dan pembangian kue Tamo memiliki
makna mendalam diantaranya sebagai penghargaan, kebersamaan serta sebagai rasa
syukur. Prosesi kue Tamo memiliki cara unik mulai dari membawa, memotong dan
membagikannya yang diiringi barisan pengiring, tari tarian serta petuah adat
yang mengucapkan pesan pesan dalam bahasa daerah Sangihe.(de gorontalo)
