Home » » Pesta Adat Tulude Jadi Agenda Pariwisata Gorontalo

Pesta Adat Tulude Jadi Agenda Pariwisata Gorontalo

Ditulis oleh Unknown pada hari Senin, 16 Februari 2015 |Pukul 19.13




Tua-tua adat sedang membawa kue tamo yang merupakan salah satu prosesi pada pesta adat Tulude.
MANADO  – Perayaan adat tradisional masyarakat Sangihe, Sulawesi Utara yang dikenal dengan “Tulude” bakal menjadi agenda pariwisata tahunan Pemprov Gorontalo.

“Terus terang pak David (Bupati Gorontalo), saya merasa malu. Seharusnya perayaan adat semacam ini digelar oleh pemerintah provinsi, namun pak David sudah berinisiatif menggelar acara ini dengan mengundang warga Sangihe se-Gorontalo. Saya janji acara semacam ini tahun depan akan kita laksanakan lebih besar dan lebih meriah lagi,” kata Gubernur Gorontalo Rusli Habibie saat menghadiri perayaan Tulude yang digelar oleh Pemkab Gorontalo di GOR David-Tonny, Sabtu (15/02) kemarin.

Perayaan yang menghadirkan ratusan warga keturunan Sangihe yang bermukim di Gorontalo itu juga turut dihadiri oleh Bupati Kepulauan Sangihe HR Magakansa.

Masuknya perayaan Tulude sebagai agenda pemprov, tidak terlepas dari banyaknya warga Sangihe yang bermukim di Gorontalo. Selain untuk mengapresiasi budaya dan kearifan lokal, pelaksanaan Tulude diharapkan dapat meningkatkan kerukunan beragama, suku dan budaya masyarakat Gorontalo yang hidup majemuk. Gubernur juga menegaskan tidak pernah membeda beda suku dan agama dalam pemerintahan dan tetap menjaga semboyan “torang samua basudara”.

“Masyarakat Sangihe yang bermukim di Gorontalo jumlahnya cukup banyak tersebar di beberapa kabupaten/kota. Kontribusi mereka khususnya di sektor pertanian juga kami perhitungkan. Kita tidak pernah membeda bedakan mana orang Gorontalo asli, mana orang Bolaangmongondow, mana warga Minahasa dan Sangihe. Bagi kami Bohusami itu satu dan samua basudara,” tandasnya melalui sebuah rilis kepada DeGorontalo.

Perayaan Tulude selain sebagai upacara adat, juga merupakan suatu pesta rakyat warga Sangihe. Pada setiap perayaa Tulude diundang para tamu tamu kehormatan dan masyarakat umum.salah satu bagian penting dalam ucapara tersebut yakni pemotongan kue Tamo.

Pemotongan dan pembangian kue Tamo memiliki makna mendalam diantaranya sebagai penghargaan, kebersamaan serta sebagai rasa syukur. Prosesi kue Tamo memiliki cara unik mulai dari membawa, memotong dan membagikannya yang diiringi barisan pengiring, tari tarian serta petuah adat yang mengucapkan pesan pesan dalam bahasa daerah Sangihe.(de gorontalo)
Sebarkan tulisan ini : :

News Streaming

 
www.manadosatu.com | Info Iklan | Kontak Kami | Redaksi
Copyright © 2014. manadosatu - CV.
Contact email: manadosatu@gmail.com, manadosatu@yahoo.com
Kreasi by ManadoSatu.Com Crew