![]() |
| Korban Juna semasa hidup |
Dia
juga berterima kasih kepada aparat kepolisian yang sudah membantu keluarga
dalam proses pengejaran para pelaku yang kini telah ditangkap dan telah
diamankan. “Dorang so bunuh kita pe paitua, pertama saya kepada Tuhan dengan
campur tangan-Nya para tersangka kini sudah ditemukan, saya juga berterima
kasih atas kinerja aparat kepolisian yang sudah membantu keluargaa dalam
pencarian para tersangka yang kini sudah ditemukan dan telah diamankan,”
tuturnya.
Meyni juga
berharap agar para pelaku bias dihukum sesuai dengan perbuatan yang mereka
lakukan. “Saya berharap proses hukum nantinya berpihak pada kami sebagai
keluarga korban dan kiranya para pelaku
ini dihukum seberat-beratnya sesuai dengan perbuatan mereka,” ujar Meyni dengan
sedih.
Lanjut, Meyni
mengatakan kalau dirinya tak menyangka para tersangka setega dan sejahat itu
membunuh suaminya yang dikenal baik di mata keluarganya. “Kita do nda habis pikir, kiapa dorang dua
sejahat itu kasiang pa kit ape laki, so salah apa,” ujar dia.
Dengan
kepergian almarhum Narjuna, dirinya hanya bisa memandang kedua anak mereka
Rangga (8) dan Raka yang akan berulang tahun ke-2, tanggal 14 April mendatang. “Kita kasiang, kalo kita
dapa inga pa Juna, kita Cuma bias haga-haga jo pa kita ape anak Rangga deng
Raka, karena kurang dorang dua kasiang Jun ape peninggalan yang bisa kita
pertahankan,”ujarnya dengan tubuh yang lesu. “Pada waktu kejadian setelah Juna
meninggal, kita rupa so hilang semangat mo melanjutkan ini hidup, mar kasiang
karena kita pikir Rangga deng Raka, sampe kita nda sempat melakukan hal itu,
kita pe keluarga juga yang ja kase inga untuk selalu bersabar,”tuturnya.
Lebih
lanjut, Meyni mengatakan setelah kejadian tersebut, dirinya sempat Kita sempat
mimpi pa dia, dalam mimpi itu, kita liat Juna Cuma tersenyum, dalam mimpi itu
kita manangis, sampe skarang kita manangis kalo mo ingat pa dia,” “Kalo kita
tau mo jadi bagini, kita nda ada kase dia mo kaluar rumah, karena waktu itu
depe hari off nda maso kerja, mar kasiang, so terjadi, kita Cuma bias berdoa,
agar Tuhan memberikan kita pe laki tempat yang indah diatas sana, dan selalu
berharap agar hokum ditegakan seadil-adilnya” tambahnya.
Menurut
Meyni,Juna, dimata orangtuanya sangat baik dan rajin, orangtuanya begitu saying , sampai-sampai
ketika sang ayahanda duduk sambil melihat foto menantu Juna, langsung
meneteskan airmata. “Kita pe papa kalo pas duduk dirumah kong liat itu Juna
kasiang pe foto, kita pe papa langsung manangis, saking kit ape papa sangat
sayang pa Juna karena dia pe orang rajin kasiang,”tuturnya
Perlu
diketahui Sebelumnya, Arjuna Rolos alias Juna (31) menjadi korban penikaman di
Jl. Kandep Kelurahan Bumi Nyiur Lingkungan V Kecamatan Wanea, Selasa (25/2/2015) dinihari sekitar pukul
00.30 WITA yang mengenai dada kiri, Juna menghembuskan nafas terakhir sehari
setelah dirawat secara intesif pihak RS Kandou, Kedua tersangka adalah HK alias
Ungke (27) dan AS alias Iru (22) warga Kelurahan Pakowa Lingkungan III
Kecamatan Wanea dengan motiv sakit hati,kedua tersangka sempat buron, dalam pelarian
selama 3 pekan mereka berakhir setelah ditangkap di Jalan Arteri Kelurahan Sawa
Gumu Kecamatan Sorong Timur Kota Sorong Provinsi Papua Barat, Rabu (18/3/2015)
malam.
Berkat kerjasama
Polresta Manado dengan Polres Sorong, membuahkan hasil dengan berhasil
menangkap kedua pelaku di rumah teman mereka. Keduanya tidak berkutik karena
saat penggrebekan, sedang tidur-tiduran.
Keduanya
kemudian dijemput oleh Tim Resmob Polresta Manado yang dipimpin Ipda Fandy
Ba'u, dan kembali ke Manado dengan menggunakan pesawat terbang, Kamis
(19/3/2015) siang sekitar pukul 13.35 Wita.(mlv)
