![]() |
Kawatu saat memimpin pelaksanaan Rapat Koordinasi, baru-baru ini |
Manado- Rapat koordinasi yang digelar Dinas
Pendidikan Nasional (Diknas) Provinsi Sulut baru-baru ini, mengungkap
sejumlah hal. Para pejabat Dinas Pendidikan
dari seluruh kabupaten dan kota yang ada di Sulut menyampaikan sejumlah
masukan, termauk kritikan terhadap kinerja instansi pimpinan Asiano Gammy
Kawatu SE MSi itu.
Salah satu
hal yang menuai sorotan adalah soal mekanisme pelayanan Dinas Diknas Sulut
terhadap guru-guru yang datang mengurus kenaikan pangkat mereka. “Untuk
persoalan pengurusan kenaikan pangkat, guru-guru harus berhari-hari pulang
balik Manado. Belum tentu juga selesai urusan. Maka kami minta mekanisme
pelayanan yang jelas,” ungkap Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Tomohon, Herling
Pondaag SPd.
Sementara
ada juga beberapa usulan yang diharapkan mampu disuarakan Dinas Diknas Sulut ke
pemerintah pusat seperti terkait penyaluran dana Bantuan Operasional Sekolah
(BOS). “Kami berharap dana BOS itu tidak merata di seluruh daerah. Tapi juga
mempertimbangkan kondisi daerah. Misalnya besar dana yang diterima di Jakarta
tentu beda dengan di Merauke,” ujar salah satu pejabat dari Dinas Pendidikan
Kabupaten Bolmong.
Terkait berbagai kritikan dan masukan itu, Kawatu
mengatakan, Rakor itu untuk menginventarisir sejumlah persoalan sekaligus
mensinkronkan berbagai program yang nantinya akan dibahas dalam Rapat Kerja
Bidang Pendidikan dalam waktu dekat ini. “Nantinya aka nada Raker yang dihadiri
langsung oleh Gubernur Sulut,” ujar Kawatu.(joe)