![]() |
|
Sejumlah buruh sedang menjalankan aktivitas
di TPA Sumompo.(foto: manado1)
|
MANADO - Tempat Pembuangan Akhir (TPA)
Manado, Sulawesi Utara yang berlokasi di Kelurahan Sumompo sudah tak mampu lagi
menampung sampah karena melebihi kapasitas. "Areal pembuangan sudah tak
mampu menampung sampah. Lihat saja, banyak sampah akhirnya dibuang di jalan
memasuki TPA," ujar Lucky, buruh sampah pada manado1.com di TPA Sumompo, Senin
(2/3/2015).
Dia memperkirakan jika dalam sebulan ini
sampah tak bisa dibuang di TPA, maka Manado akan dipenuhi dengan sampah. “Ya,
karena mau dibuang ke mana lagi sampah-sampah itu. Manado akan bau busuk Coba
lihat di kawasan Citraland sampah sudah menggunung. Warga sendiri yang akhirnya
memilih membuang di situ," katanya.
Kepala Seksi Pemeliharaan Kebersihan Dinas
Kebersihan dan Pertamanan Manado, Rudi Koodati, tak mengelak jika sampah di TPA
Sumompo sudah melebihi kapasitas. “Dalam sehari rata-rata warga Manado
menghasilkan 0,2-0,4 liter sampah. Hitung saja jumlah penduduk Manado sekitar
567.679 jiwa. Luar biasa sampah yang bertumpuk," katanya.
Apalagi tambah dia kalau hari raya keagamaan
atau bencana, volume sampah naik tinggi. "Sekarang yang kami lakukan
menyiapkan mesin pencacah sebanyak 10 unit, 1 kelurahan 1 mesin. Solusi ini
agar di kelurahan ada pengelolaan sampah organik untuk mengurangi sampah di
TPA," terang Rudi.
Tahun 2015 ini, Pemkot Manado telah
menganggarkan Rp10 miliar untuk perluasan lahan hingga 5 hektar. "Dananya
sudah diketuk DPRD. Mudah-mudahan jika lahan ini sudah dibeli, persoalan sampah
di Manado bisa diatasi," pungkasnya.(agust hari)
