Home » » Pro Kontra Juri Bersertifikat di GMIM, Ini Kata Seorang Juri

Pro Kontra Juri Bersertifikat di GMIM, Ini Kata Seorang Juri

Ditulis oleh Unknown pada hari Rabu, 04 Maret 2015 |Pukul 20.23



Salah satu paduan suara saat mengikuti lomba HUT P/KB GMIM.(foto: mytomohon.blogspot.com)

MANADO - Keputusan BPMS GMIM melalui Kompelka BIPRA (Bapak, Ibu, Pemuda, Remaja dan Anak) akan melaksanakan sertifikasi terhadap juri dan pelatih kesenian menuai pro kontra.

Hal tersebut mengemuka dalam Lokakarya Pola Baku, Sertifikasi Juri dan Pelatih Kesenian Gerejawi di kantor Sinode GMIM, Rabu (4/2). Agam Manginsihi, peserta asal Manado menilai, sertifikasi positif demi peningkatan kualitas.

Namun jika nanti sertifikasi jadi syarat utama untuk menjadi juri, sulit diterima. “Sertifikasi kami terima, tapi jangan jadikan itu sebagai batasan untuk kemajuan paduan suara GMIM," jelasnya.

Kata Agam, bicara soal kesenian akan selalu diikuti dengan unsur subjektifitas. Hal ini berangkat dari pemahaman, interpretasi karya seni pada tiap orang berbeda-beda. Seorang pelatih senior asal Tumaratas, Langowan jelas-jelas menolak rencana sertifikasi sabagai syarat utama juri festival kesenian.

Ia menilai hal tersebut menciderai semangat perlombaan dan pelayanan. “Juri tak harus bersertifikat. Mungkin lebih baik bila sebelum digelar festival, ada pembekalan khusus. Komisi lewat Pokja Kesenian kiranya lebih selektif menentukan juri," jelasnya.

Ketua Komisi P/KB GMIM, Pnt Stefanus Liow mengatakan, sertifikasi juri dan pelatih merupakan program kerja yang ditetapkan dalam Sidang Majelis Sinode Tahunan (SMST) GMIM ke-27 di Kawangkoan I, 7-10 Oktober 2014. Program ini diusulkan perwakilan jemaat dan wilayah dalam Konsultasi Tahunan di Sion Ranomuut.

Dirinya menegaskan, P/KB GMIM tetap akan menggunakan juri bersertifikasi dalam Hapsa dan HUT aras sinodal. "Sertifikasi menjawab kebutuhan jemaat dan wilayah agar tak ada lagi 'suara-suara sumbang' setelah festival kesenian," jelasnya.

Hasil lokakarya akan disampaikan dalam Workshop Kesenian GMIM di Sion Matungkas, Tatelu, 12-14 Maret. Kemudian dilanjutkan Workshop Diklat Sertifikasi Pelatih dan Juri di Taman Budaya, 27-28 Maret nanti.(agust)
Sebarkan tulisan ini : :

News Streaming

 
www.manadosatu.com | Info Iklan | Kontak Kami | Redaksi
Copyright © 2014. manadosatu - CV.
Contact email: manadosatu@gmail.com, manadosatu@yahoo.com
Kreasi by ManadoSatu.Com Crew