Home » » Harga Beras di Jakarta Naik, Manado Kena Imbas

Harga Beras di Jakarta Naik, Manado Kena Imbas

Ditulis oleh Unknown pada hari Kamis, 26 Februari 2015 |Pukul 21.21


Aktivitas bongkar muat di gudang Bulog.(foto: vivanews)

MANADO - Gencarnya pemberitaan soal kenaikan harga beras di Jakarta berimbas ke berbagai daerah. Para pedagang ikut-ikutan menaikkan harga makanan utama orang Indonesia ini.

"Marak pemberitaan yang menyebutkan kenaikan cukup signifikan harga beras di sejumlah daerah tanpa ada informasi resmi dari pemerintah. Kami menduga itu merupakan permainan dari pedagang," ujar Kepala Biro Perekonomian Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, Jane Mendur, Rabu, 25 Februari 2015.

Pemprov Sulut telah mengimbau instansi yang membidangi ekonomi di kabupaten/kota untuk melakukan operasi pasar di titik-titik rawan. Pemprov Sulut menjamin stok beras hingga tujuh bulan ke depan relatif aman.

Dari Yogyakarta, Bulog setempat menggelontorkan 13,7 ton beras dalam operasi pasar. Operasi pasar beras Bulog DIY dilakukan atas permintaan Disperindagkop DIY yang diusulkan Kota Yogya, Kabupaten Bantul, dan Kabupaten Sleman.

"Saat ini, kenaikan harga beras merata di seluruh Indonesia dan kenaikannya tidak terkendali. Dengan operasi pasar ini diharapkan dapat membantu masyarakat mendapatkan beras dengan harga murah," kata Supriyo, Kabid Pelayanan Publik Bulog DIY, saat operasi pasar beras di Pasar Lempuyangan.

Harga beras per kilogram dalam operasi pasar itu dibanderol Rp6.800. "Biasanya saya beli beras yang harganya Rp10.000, dengan adanya operasi pasar ini sangat membantu kami mendapatkan beras murah," kata Toyibah yang membeli dua kilogram beras di operasi pasar tersebut. (vivanews)
Sebarkan tulisan ini : :

News Streaming

 
www.manadosatu.com | Info Iklan | Kontak Kami | Redaksi
Copyright © 2014. manadosatu - CV.
Contact email: manadosatu@gmail.com, manadosatu@yahoo.com
Kreasi by ManadoSatu.Com Crew