Berita Terkini

Gunung Karangetang Kembali Semburkan Awan Panas

Ditulis oleh Unknown pada hari Selasa, 12 Mei 2015 |Pukul 22.52

Warga membersihkan abu Gunung Karangetang.(foto: manado1/agust hari)

SIAU – Gunung Karangetang di Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara, terus mengancam warga. Hari ini, Selasa (12/5/2015), setidaknya gunung paling aktif di Indonesia ini kembali menyemburkan debu disertai awan panas dan lava pijar.

Kepala Pos Pemantau Gunung Karangetang Yudi Tatipang mengatakan, Gunung Karangetang sulit diprediksi. Gunung ini kembali meletus, padahal sebelumnya aktivitasnya sudah menurun. Ini menjadi ancaman warga yang bermukim di kaki gunung.

"Karenanya, masyarakat yang berada di radius tiga kilometer diminta tetap mengungsi ke tempat yang aman. Kami tak tahu, sampai kapan aktivitas gunung berakhir,” kata Yudi.

Ia menginformasikan sejak tadi malam sekira pukul 00.00 WITA hingga pukul 06.00, secara visual tampak cuaca di Gunung Karangetang berawan. Angin timur lemah asap utama kawah putih tebal hingga ketebalan mencapai 250 meter dan teramati sinar api 10-50 meter, panjang lidah lava 300 meter.

“Kemudian, pukul 00.55 dari ujung lidah lava, atau puncak kawah terus menerus terjadi guguran lava pijar ke Kali Batu Awang jarak luncuran 1.000-2.000 meter. Sedangkan ke Kali Kahetang dan Kali Keting terjadi luncuran 1.000-2.500 meter. Asap kawah dua putih tipis 25 meter,” tambahnya.

Aktivitas guguran lava masih akan terus terjadi ke Kali Batu Awang, Kali Kahetang, dan Kali Keting. “Bagi pemukiman warga yang berada di pinggiran sungai yang berhulu dari puncak, diharapkan tetap mewaspadai terhadap guguran awan panas," kata Yudi.(VIVA)

Umboh: Perekonomian Harus Menyentuh Masyarakat Pedesaan

Ditulis oleh Unknown pada hari Senin, 11 Mei 2015 |Pukul 00.39

Drs Frans Umboh
Manado - Partai berlambang kepala banteng bermoncong putih dalam lingkaran merah, telah siap dipakai dan dikibarkan Drs Frans Umboh.
Dalam tekad dan Keterpanggilan untuk membuat masyarakat di tiap desa menjadi lebih sejahtera latar belakangnya, sekaligus jadi pemicu semangat untuk tampil dan memenangkan agenda politik Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kabupaten Minahasa Utara (Minut).
Menurut Umboh, yang paling  mendasar dan tepat guna mewujud-nyatakan tugas mulai itu, harus diawali dengan merebut dan menempati posisi utama sebagai pengambil dan penentu kebijakan dalam pelaksanaan roda pemerintahan di Kabupaten Minut. Sebab dengan begitu kata Umboh, langkah-langkah strategis akan bisa langsung menyentuh sendi kehidupan masyarakat terutama sektor gerakan perekonomian di pedesaan. “Untuk saat ini, gerakan perekonomian masyarakat harus menyentuh orang banyak terutama di tingkat pedesaan. Sebab dari situ akan memunculkan kekuatan ekonomi yang kuat. Hal itu yang saya lihat masih kurang menyentuh dan sangat dibutuhkan di Kabupaten Minut. Karenanya, sebagai putra asli Minut, saya tertantang untuk berperan langsung membangun daerah sendiri,” ujar Umboh saat diwawancarai wartawan pekan kemarin.
Dikatakannya, sebagai program prioritas, sangat penting dilakukan proses pendampingan ekonomi berbasis kerakyatan sebagai bentuk tindak-lanjutnya. Karena sejak awal strategi itu telah menjadi soko guru yang baik untuk kedepan, terutama bagaimana membawa perubahan bagi daerah. “Masyarakat kalangan bawah itu perlu disentuh, karena memang saat ini banyak yang sudah enggan untuk turun ke masyrakat bawah. Padahal, ekonomi pedesaan itu harus disentuh dan diperkuat, sebab kalau kuat di desa pasti akan kuat juga di daerah perkotaan,” ujar putra Desa Talawaan-Tonsea itu.
Terkait niat pencalonannya menuju Pilkada Minut dengan mengendarai PDI-P, Umboh menegaskan siap bertarung secara sportif dan tampil seperti apa adanya. “Kebijakan memilih PDI-P sebagai kendaraan dikarenakan adanya kecocokan. Saya tidak pilih-pilih partai mana yang kuat dan mana yang tidak kuat, tetapi dimana yang cocok disitulah kami berlabuh,” ungkapnya seraya mempertegas jika bersama-sama dengan rakyat dan seluruh keluarga besar PDI-Perjuangan, dirinya sangat optimis akan memenangkan Pilkada di Minut.

Sementara itu, politisi senior PDI-P Ibu Tea, sangat mendukung niat Umboh. "PDI-P adalah besar dan terbuka bagi siapa saja. Jika dia (Frans Umboh-red) memilih PDI-P untuk maju di Pilkada Minut, tentunya kami sangat mendukung," ujar Ibu Tea.(febry kodongan)

Diduga Selewengkan Dana, Kepala SMKN 4 Manado Diadukan ke Sejumlah Instansi

Ditulis oleh Unknown pada hari Jumat, 08 Mei 2015 |Pukul 19.29

Dra Jeany Sanger
 Manado- Belum lima bulan menjabat, Kepala SMKN 4 Manado Dra Jeanny Sanger diadukan ke sejumlah pihak terkait dugaan penyelewengan dana di sekolah itu. Laporan pengaduan itu dilakukan oleh salah satu guru di sekolah tersebut yang merasa tidak puas dan gerah dengan sang kepala sekolah.
Dalam pengaduan yang ditujukan kepada Ombudsman RI Perwakilan Sulut, Kepala Dinas Pendidikan Nasional Provinsi Sulut, Kepala Dinas Pendidikan Kota Manado, Inspektorat Kota Manado, terdapat sedikitnya tujuh poin dugaan penyelewengan dana dan kewenangan yang dilakukan Sanger. Dalam laporan yang dilakukan oleh Mohamad Iksan SPd, salah satu guru SMKN 4 itu, disebutkan bahwa terjadi penyelewenangan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Triwulan I sebesar 59 juta, penyelewengan dana BOS buku tahun 2014 sebesar 17,5 juta. “Ada juga penyelewengan dana bantuan siswa miskin atau BSM sebesar 10,5 juta,” ungkap Iksan dalam laporannya yang diterima harian ini.
Ironisnya, lanjut Iksan, juga diduga terjadi penyelewengan dana derma Badan Kerohanian Kristen sebesar 4 juta dan dana infaq atau sedekah Badan Tadzkir sebesar 1 juta. “Belum lagi dana-dana setoran dari tiap kantin di sekolah itu selama empat bulan. Tak hanya soal penyelewengan dana, yang saya sesalkan juga tindakan arogan kepala sekolah yang menagih uang komite kepada para siswa saat mereka mau ikut UN lalu,” papar dia.
Selain masalah-masalah itu, dalam laporannya Iksan juga menyentil soal penyelenggaraan sekolah yang amburadul di mana tidak ada lagi guru yang mengajar mata pelajaran Kompetensi Kejuruan untuk Jurusan Tekhnik Komputer dan Jaringan. “Ini akibat berhentinya ketiga guru honorarium itu karena gaji mereka tidak dibayar. Sejumlah guru honor lainnyapun terancam berhenti karena tertundanya pembayaran gaji mereka,” papar Iksan.
Sanger saat dikonfirmasi, Kamis (07/05) kemarin, mengakui adanya laporan pengaduan yang dilakukan oleh salah satu gurunya. Hanya saja dia membantah semua yang dituduhkan, khususnya penyelewenangan dana BOS dan Komite Sekolah. “Saya memang sudah dipanggil dan diperiksa oleh Dinas Pendidikan Kota Manado terkait laporan Iksan. Saya juga sudah jelaskan semuanya, bahwa apa yang dituduhkan itu tidak benar,” ujar Sanger.
Dia menyatakan, siap untuk memberikan data-data dan pembukuan keuangan jika nantinya dibutuhkan untuk membuktikan tidak ada penyelewenangan dana. “Yang terjadi malah saya menggunakan dana pribadi untuk kepentingan sekolah,” ujar Sanger.
Secara terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kota Manado, Corry Tendean SH saat dikonfirmasi melalui Kepala Bidang Pendidikan Tinggi, Jandry Sampelan mengakui, telah menerima laporan pengaduan itu bahkan sudah memeriksa Kepala SMKN 4 Manado. “Benar ada laporan itu, saya juga sudah memanggil dan memerika Kepala SMKN 4 Manado. Ada beberapa poin yang dia jelaskan, yang memang berbeda dengan laporan pengaduan itu. Secara umum  saya menilai memang ada kelemahan administrasi pembukuan keuangan. Soal apakah dana itu benar diselewengkan, akan saya telusuri lebih jauh,” papar Sampelan saat dikonfirmasi melalui ponsel, tadi malam.(11)  


AJI Manado Permalukan JIPS 6 – 2

Tim sepakbola AJI Manado (berdiri) tampil perkasa  membantai JIPS dengan skor telak 6 - 2
TIM sepakbola Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Manado tampil perkasa dan membantai Jurnalis Independen Pemprov Sulut (JIPS) dengan skor telak 6 – 2, dalam pertandingan persahabatan yang digelar di lapangan Kantor Gubernur Sulut, Jumat (08/05) kemarin. Gol-gol AJI Manado dicetak Ketua Yoseph E Ikanubun (Harian METRO), Sekretaris Fernando Lumowa (Tribun Manado), Billy Lintjewas (Komentar) dan Stenly Scott Lonteng (Komentar). Sedangkan dua gol penghibur JIPS dilesakkan Kasat Pol PP Pemprov Sulut, Roy Mewoh dan Simon Making (Komentar).
Laga baru berjalan sekitar tiga menit, Ikanubun yang berposisi sebagai penyerang sudah menjebol gawang JIPS. Menerima sodoran umpan matang dari Ficko Onga di sisi kanan pertahanan lawan, satu sentuhan Ikanubun berhasil menjebol gawang setelah mengecoh kipper JIPS, Rolf Lumintang (Harian METRO). Skor  1 – 0 tidak bertahan lama. Tendangan bebas bek AJI, Reza Taliwongso (Koran Manado) yang disambut sundulan Lintjewas kembali memaksa Lumintang untuk memungut bola dari gawangnya. Babak pertama diakhiri dengan satu sontekan manis dari Lumowa yang membawa AJI unggul 3 – 0 di paruh pertama pertandingan.
Tak ingin kehilangan muka di depan pendukungnya sendiri, begitu babak kedua dimulai, JIPS yang dimotori Donny Aray (Kompas TV), Ronald Rorong (Kawanua Post), Karel Polakitan (LKBN Antara), dan Jamaluddin (RAL FM), langsung menekan pertahanan AJI Manado. Lini pertahanan yang dikawal Taliwongso, Marvil dan Marchell Supit (Komentar) mendapat ujian berarti. Hasilnya satu gol berhasil dicetak Mewoh untuk memperkecil skor menjadi 1 – 3. Kemasukan satu gol, AJI justru meningkatkan serangannya. Lewat satu dua sentuhan antara Frangky Kota (Komentar), Billy Lintjewas (Komentar) dan Lumowa, satu peluang berhasil diselesaikan dengan baik oleh Scott. Skor 4 – 1 tak bertahan lama. JIPS memperkecil ketinggalan lewat titik putih setelah Taliwongso menyentuh bola di dalam kota pinalti. Making yang maju sebagai eksekutor berhasil menjobol gawang AJI Manado.  2 – 4, JIPS masih tertinggal.
Di sisa pertandingan, AJI Manado malah menambah lagi dua gol melalui kaki Ikanubun dan Lumowa sekaligus mengunci pertandingan itu dengan skor 6 – 2. “Hari ini AJI memang tampil lebih baik, dan unggul atas kami. Kami siap bertanding di waktu mendatang,” ujar Aray, Ketua JIPS yang diiyakan rekan-rekannya.
Sementara itu, Lumowa mengatakan, AJI Manado siap menerima tantangan pertandingan ulang melawan JIPS. “Kami siap bertanding lagi,” ujar Lumowa.   
Sedangkan Kabag Humas Setdaprov Sulut, Yahya Rondonuwu didampingi Kasubag Humas Alfrets J Rambing  mengungkapkan, pertandingan itu untuk mempererat komunikasi antar wartawan dan pejabat Pemprov Sulut. “Berikut kita jadwalkan AJI Manado melawan pejabat Pemprov Sulut,” tantang Rambing yang disambut tim AJI Manado.(joe)   


Hari Ketiga UN Relatif Lancar

Ditulis oleh Unknown pada hari Kamis, 07 Mei 2015 |Pukul 10.15


Siswa SMP Katolik St Laurentius sedang mengikuti ujian nasional, Rabu (06/05/2015). (foto: febry/manado1)
MANADO – Hari ke tiga pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dengan mata pelajaran Bahasa Inggris, berjalan lancar dan aman. Pantauan manadosatu.com, Rabu (06/05/2015) di beberapa sekolah di Kota Manado terlihat berjalan aman dan lancar, seperti di SMP St Laurentius yang diikuti 31 siswa dari 34 siswa terdaftar.

“Keamanan naskah, sejak hari pertama dititipkan ke sekolah dan telah saya simpan di ruang saya. Kemudian dijaga ketat para guru dan aparat kepolisian,” kata Kepala Sekolah, Hermanus Kumokong, kemarin.

Lanjutnya, terkait dengan tidak hadirnya ketiga siswa dalam UN, menurut Hermanus, pihak sekolah sudah berusaha untuk menghubungi dan mencari para siswa ke rumah, tapi tidak ketemu. “Kami sudah berusaha menghubungi dan mencari, tapi tidak menemui kabar dengan para siswa tersebut, mudah-mudahan mereka bisa melapor agar bisa mengikuti ujian susulan,” tuturnya.

Hermanus juga mengatakan, dalam menghadapi UN mata pelajaran Bahasa Inggris, para siswa sebelumnya telah melaksanakan tambahan pelajaran, mereka sudah dilatih untuk mempersiapkan diri guna menghadapi UN ini. “Diharapkan nantinya mereka bisa mendapatkan nilai yang baik dan lulus sesuai dengan harapan pihak sekolah dan orangtua,” kuncinya.

Di tempat terpisah, Kepala SMP 10 Manado, Sonee Engka juga menjelaskan, bahwa pelaksanaan UN hari ketiga ini berjalan lancar. Jumlah siswa yang mengikuti UN sampai dengan hari ketiga di sekolah tersebut sebanyak 298 siswa, dan yang tidak hadir dua siswa, yang satu sakit dan yang satunya tidak ada kabar. “Tidak hadir yang satu sakit sedang diopname di rumah sakit,” sebutnya.

Adapun sekolah yang bergabung mengikuti UN di SMP Negeri 10 yaitu, SMP Perisai Bangsa Pandu, SMP Wolter Mongisidi Pandu, SMP Kristen 55 Maranatha Pandu. “Total semua sampai dengan sekolah bergabung untuk mengikuti UN di sekolah kami sebanyak 332 siswa dan memakai 18 ruang kelas yang telah disediakan,” ucapnya.

Ia menambahkan mengenai keamanan naskah UN, pihak sekolah, bekerjasama dengan kepolisian Rural Mapanget menjaga nasakah tersebut yang tersimpan rapih di sekolah.

Sementara di SMP Negeri 14 Manado juga diikuti 60 siswa berjalan konddusif  aman dan terkendali. “Naskah tiap hari dijaga oleh guru yang telah dijadwalkan serta dibantu oleh para aparat kepolisian untuk menjaga,” tutur Kepsek, Enoch Saul.

Harapannya, keseluruhan siswa yang mengikuti UN akan berhasil lulus dan mendapatkan nilai bagus agar supaya bisa melanjutkan sekolah di jenjang berikutnya. Pihaknya sangat berterima-kasih kepada pemerintah pusat yang telah merubah sistem terkait kelulusan yang telah diberikan sepenuhnya kepada pihak sekolah yang diberlakukan tahun ini.

“Kami sangat memberi apresiasi kepada pemerintah pusat yang telah mengubah sistem saat ini sangat menguntungkan bagi sekolah dan sistem ini yang kami idam-idamkan sejak dulu, masa penentuan kelulusan itu ditentukan oleh pusat sementara yang tau persis adalah sekolah, ketika siswa ini diubah dan diserahkan sepenuhnya ke sekolah.,” tutupnya. (febry kodongan) 

UN di SMP Negeri 8 Manado Sempat Terkendala Naskah Soal

Ditulis oleh Unknown pada hari Selasa, 05 Mei 2015 |Pukul 21.40

u
Siswa SMP Negeri 8 Manado terlihat sedang serius membaca dan mengsisi lembar jawaban UN, Selasa (05/05/2015).(foto: febry/manado1)

MANADO - Hari kedua pelaksaan Ujian Nasional (UN) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang serentak di seluruh Indonesia yang dilaksanakan selama empat hari, terlihat lancar-lancar saja. Seperti di SMP Negeri 8 Manado yang diikuti 477 siswa.

“SMP Negeri 8 melaksanakan UN sampai dengan hari kedua pelaksanaan, semuanya berjalan lancar,” kata Kepala Sekolah, Adeleida Kemur, Selasa (05/05/2015).

UN kali ini ada dua sekolah yang ikut bergabung yaitu SMP Lahay Roi dengan 16 siswa dan SMP PGRI 3 Manado 15 siswa. Meski ada terjadi sedikit masalah kecil pada naskah soal, tapi pihak sekolah serta pengawas sudah mengantisipasi dengan mengganti dengan naskah cadangan yang telah disediakan.

“Ruang 26 dari SMP Lahay Roy halaman 2 sampai halaman 9, tetapi kami dari sekolah penyelenggara telah antisipasi dibantu guru pengawas yang ad di dalam ruangan langsung mengganti dengan naskah cadangan yang lengkap,” terangnya.

Ia menambahkan pengawasan UN, pihak sekolah melakukan sistem mengawas silang dengan  mengambil guru yang tidak mengajar atau tidak ada hubungannya dengan bidang studi yang diujiankan, dengan harapan nantinya para siswa bisa lulus dan mendapatkan nilai yang bagus.

“Mudah-mudahan para siswa mendapatkan nilai bagus. Bukan seratus persen kelulusan yang dituntut kepada para siswa, karena itu sudah umum, tapi harus nilai bagus,” tutupnya. (febry kodongan)

Apa Alasan AJI Manado Minta DPRD Sulut Panggil Pimpinan Media

AJI Manado dan komponen jurnalis lainnya di Sulut saat menyampaikan aspirasi di Kantor DPRD Sulut, Senin (4/5/2015). (foto: AJI Manado)

MANADO – Aksi damai yang dilakukan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Manado dan komponen jurnalis lainnya di Sulut, Senin (4/5/2015) kemarin menemui wakil rakyat di DPRD Sulut.

Puluhan jurnalis itu mendesak DPRD Sulut agar memanggil pimpinan media terkait masih banyaknya jurnalis yang belum mendapatkan upah yang layak. “Kami meminta DPRD memanggil pimpinan media di daerah ini karena masih banyak pekerja pers/jurnalis yang tak memperoleh hak sesuai yang diamanatkan UU Ketenagakerjaan seperti upah. Bahkan banyak jurnalis yang menerima upah di bawah UMP atau UMR. Lebih parah lagi ada media yang tak memberikan gaji,” ujar Sekretaris AJI Manado, Fernando Lumowa.

Pihaknya mengakui tak perlu malu menyampaikan kalau profesi jurnalis di Sulut dilecehkan oleh pimpinan media itu sendiri. “Sangat ironis dan tak berbending lurus. Perusahan terus mendapatkan keuntungan sementara para pekerjanya tak menerima upah yang layak,” terang redaktur Harian Tribun Manado ini.

Ketua AJI Manado, Yoseph E Ikanubun menambahkan demo kali ini tidak punya arti jika tidak ada solusi antara DPRD Sulut, organisasi jurnalis dan pimpinan media. “Kami tak hanya sekedar eforia untuk berdemo memperingati May Day dan World Press Freedom Day, tapi apa solusi terbaik sehingga persoalan upah, jaminan kesehatan dan masalah lain jurnalis di daerah ini bisa teratasi. Makanya kami mendesak dalam pekan ini bisa duduk bersama baik DPRD, Disnakertrans Sulut, organisasi jurnalis dan pimpinan media untuk membicarakan nasib kami,” imbuhnya.

Anggota DPRD Sulut, Novi Mewengkang sepakat dengan keinginan para pendemo. “Saya berharap beberapa waktu ke depan kita bertemu lagi di gedung ini. Kami minta AJI Manado membawa data media-media mana saja yang belum memberikan upah layak kepada jurnalis. Mungkin minggu depan kita bisa bertemu karena pekan ini agenda dewan sudah full untuk turun ke daerah-daerah,” kata personil Fraksi Partai Gerindra ini. (agust hari) 

News Streaming

 
www.manadosatu.com | Info Iklan | Kontak Kami | Redaksi
Copyright © 2014. manadosatu - CV.
Contact email: manadosatu@gmail.com, manadosatu@yahoo.com
Kreasi by ManadoSatu.Com Crew