Berita Terkini
21.42
Setelah lamaran, Ayudia Bing Slamet akan melangkah ke pernikahan. Bersama dengan Muhammad Pradana Budiarto (Ditto), Ayudia akan membangun bahtera rumah tangga pada 13 September 2015, mendatang.
Saat ini, bersama dengan calon suaminya, Ayudia masih terus melaksanakan persiapan. Agar pernikahan yang sebentar lagi diselenggarakan berjalan sesuai dengan keinginannya.
"Kita sebentar lagi memang mau melaksanakan pernikahan, belum 100%, masih dalam persiapan, karena masih ada pekerjaan," ucap Ayudia seperti dikutip dari Okezone, Rabu (17/6).
Ayudia dan Ditto masih menggodok konsep yang akan digunakan. Keponakan Adi Bing Slamet itu pun enggan membocorkan konsep yang diterapkan.
Namun, Ayudia menjelaskan jika konsep pernikahan yang akan dilaksanakan akan berlangsung sederhana. Tanpa kemewahan yang berlebihan.
"Sebenarnya masih dirembukin. Kita enggak pakai WO, kadang masih berubah-ubah, memang pengin sesimpel mungkin. Pestanya enggak pingin yang mewah-mewah," tandasnya.
okezone
Ayudia Menikah Usai Lebaran
Ditulis oleh Unknown pada hari Rabu, 17 Juni 2015 |Pukul 21.42
![]() |
| Ayudia siap menikah usai lebaran. (foto: Okezone) |
Setelah lamaran, Ayudia Bing Slamet akan melangkah ke pernikahan. Bersama dengan Muhammad Pradana Budiarto (Ditto), Ayudia akan membangun bahtera rumah tangga pada 13 September 2015, mendatang.
Saat ini, bersama dengan calon suaminya, Ayudia masih terus melaksanakan persiapan. Agar pernikahan yang sebentar lagi diselenggarakan berjalan sesuai dengan keinginannya.
"Kita sebentar lagi memang mau melaksanakan pernikahan, belum 100%, masih dalam persiapan, karena masih ada pekerjaan," ucap Ayudia seperti dikutip dari Okezone, Rabu (17/6).
Ayudia dan Ditto masih menggodok konsep yang akan digunakan. Keponakan Adi Bing Slamet itu pun enggan membocorkan konsep yang diterapkan.
Namun, Ayudia menjelaskan jika konsep pernikahan yang akan dilaksanakan akan berlangsung sederhana. Tanpa kemewahan yang berlebihan.
"Sebenarnya masih dirembukin. Kita enggak pakai WO, kadang masih berubah-ubah, memang pengin sesimpel mungkin. Pestanya enggak pingin yang mewah-mewah," tandasnya.
okezone
Label:
gayahidup
21.30
UKG, Sulut Peringkat 18 dari 34 Provinsi di Indonesia
![]() |
| Kadis Diknas memasang tanda peserta kepada peprwakilan guru mata pelajaran, kemarin. (foto:manadosatu.com) |
MANADO-
Kualitas guru di Provinsi
Sulawesi Utara (Sulut) masih harus ditingkatkan lagi. Pasalnya dalam Uji
Kompetensi Guru (UKG) yang dilakukan tahun ini, nilai rata-rata tenaga pendidik
di Sulut masih jauh dari harapan, karena berada di peringkat 18 dari 34
provinsi di Indonesia. Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan
Nasional (Diknas) Provinsi Sulut Asiano Gammy Kawatu SE, MSi saat membuka
kegiatan Pengembangan Lesson Study di Hotel Sahid Kawanua Manado, Rabu (17/06)
kemarin.
“Kualitas guru
sebagai tenaga pendidik dan pengajar harus terus ditingkatkan. Apalagi hasil
UKG sebagaimana yang disampaikan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan, peringkat
kita untuk tahun lalu berada di posisi 24. Tahun ini agak meningkat di
peringkat 18 dari 34 Provinsi di Indonesia,” papar Kawatu didampingi Kabid
PMPTK Jendry Sualang SPd, MAP.
Diungkapkan
Kawatu, selain hasil UKG yang belum memuaskan, prestasi siswa di berbagai
bidang akademik dan olahraga serta seni juga masih belum memuaskan. “OSN, O2SN,
juga iven yang lain belum menunjukan prestasi yang memuaskan. Sulut bahkan
masih tertinggal dari Gorontalo. Nah,
ini menjadi tugas kita semua, termasuk para guru untuk terus meningkatkan
kompetensi mereka,” ujar Kawatu.
Kawatu mengingatkan
para guru akan pentingnya menanamkan nilai-nilai kejujuran. “Meski hasil yang
kita peroleh dalam berbagai iven termasuk ujian nasional belum memuaskan, namun
yang harus terus ditanamkan adalah nilai-nilai kejujuran. Ini harus diingat
oleh para guru,” papar Kawatu sambil menambahkan, Indeks Integritas Ujian
Nasional (IIUN) SMA/SMK baru-baru menunjukan Sulut juga masih kurang dari hal
kejujuran.
Terkait pelaksanaan
Pengembangan Lesson Study, menurut Kawatu, merupakan salah satu upaya untuk
meningkatkan kemampuan guru dalam pengelolaan proses pembelajaran. “Saya
berharap melalui Lesson Study ini kemampuan, kapasitas, dan kompetensi guru
bisa lebih meningkat. Bisa menjalankan proses pembelajaran dengan baik. Apalagi
para pemateri yang dihadirkan sangat berkompeten di bidangnya,” ujar Kawatu.
Sementara itu,
dosen Jurusan Biologi FMIPA Unima Dr Jantje W Ngangi MS yang dihadirkan
sebagai pemateri mengatakan, setelah menerima materi tentang pengembangan
Lesson Study maka para peserta yang adalah guru-guru dari empat mata pelajaran
itu mengikuti praktek di SMPN 1 Dimembe dan SMPN 1 Airmadidi, Kabupaten
Minahasa Utara. “Para guru akan mengikuti praktek untuk memantapkan
materi-materi yang mereka terima,” ujar Ngangi.
Sedangkan Ketua
Panitia Juddie Menajang SSos MAP mengungkapkan, total peserta yang mengikuti
kegiatan itu sebanyak 146 orang yang terdiri dari guru-guru SMP se-Sulut.
Ratusan guru itu, lanjut Menajang, merupakan pengajar untuk bidang studi IPA,
Matematika, Bahasa Inggris, dan Bahasa Indonesia. “Kegiatan ini berlangsung
mulai 16 – 20 Juni 2015,” pungkas Menajang. (lita)
Label:
pendidikan
23.38
Kaparang Jabat Direktur LBH Pers Manado
Ditulis oleh Unknown pada hari Jumat, 22 Mei 2015 |Pukul 23.38
![]() |
| Pengukuhan Direktur LBH Pers Manado dan Diskusi Publik sukses digelar, Jumat (22/05). |
Manado- Ferley B Kaparang SH MH, Jumat
(22/05) kemarin, secara resmi dikukuhkan sebagai Direktur Lembaga Bantuan Hukum
(LBH) Pers Manado. Acara pengukuhan yang digelar di Hotel Princess Boulevard
ini dirangkaikan dengan diskusi public yang mengusung tema, “Kebebasan Pers,
Media Harus Hasilkan Konten Berkualitas”.
Dalam
diskusi public itu, Kaparang memaparkan bagaimana nantinya peran LBH Pers
Manado ke depan khususnya dalam melakukan advokasi di lapangan bahkan sampai
berproses secara hukum. “LBH Pers bersama Aliansi Jurnalis Independen akan
mengawal kasus-kasus kekerasan terhadap jurnalis, baik melalui advokasi di
lapangan maupun pendampingan hukum. Tentu nanti kita akan bagi tugas antara LBH
Pers dan AJI,” papar Kaparang.
Lanjut dia,
AJI nantinya lebih banyak bergerak secara internal dalam menyelesaikan
persoalan-persoalan etika, sementara LBH Pers bergerak di wilayah hukum.
“Karena memang antara etika, kebebasan pers, kekerasan terhadap jurnalis dan
persoalan hukum punya keterkaitan,” papar Kaparang.
Sementara itu,
Ketua AJI Manado Yoseph E Ikanubun mengungkapkan, dalam catatan AJI Indonesia,
kurun waktu 20 tahun terakhir ini tak kurang dari 1.123 jurnalis di dunia
terbunuh saat menjalankan tugas jurnalistiknya. Di Indonesia, lanjut dia, masih
ada delapan kasus pembunuhan jurnalis yang hingga kini belum terungkap.
Sedangkan sepanjang tahun 2014 – 2015 terjadi 37 kasus kekerasan terhadap
jurnalis. “Melihat data-data kekerasan terhadap jurnalis ini, maka kehadiran
LBH Pers Manado sangat strategis, bisa bersinergi sekaligus meringankan
kerja-kerja AJI khususnya di bidang advokasi dan hukum,” papar Ikanubun.
Kepala Pusat
Bantuan Hukum (PBH) Unsrat, Frangkiano Randang SH MH menyambut baik kehadiran
LBH Pers Manado. “Ini sebagai bentuk pelayanan terhadap masyarakat khususnya
pekerja pers dalam bidang hukum. Kami menyambut baik, dan siap menjalin
kerjasama,” papar Randang didampingi Kabag Umum dan Hukum Unsrat Manado, Daniel
Pangemanan SH MH.
Sedangkan
Direktur LBH Manado, Hendra Baramuli SH dalam penyampaiannya mengharapkan,
masyarakat pers nantinya bisa mendorong revisi untuk menguatkan UU Pers Nomor
40 tahun 1999 untuk melindungi profesi jurnalis.
Turut hadir
dalam kegiatan itu sekaligus memberikan masukan, sejumlah jurnalis seperti
Pengasihan Susanto Amisan (Tribun Manado), Richard Sanger (beritamanado.com),
serta wartawan lainnya.
Diketahui,
Kaparang terpilih untuk menggantikan Direktur LBH Manado Periode 2012 – 2015,
Maximus Watung SH.(joe)
Label:
hukumham
23.28
AJI Tingkatkan Kapasitas Jurnalis Soal Perbankan
![]() |
| Ketua Umum AJI Indonesia, Suwarjono membuka Banking Journalism Workshop, Jumat (22/05) |
Jakarta -
Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia kambali melaksanakan
pelatihan demi meningkatkan kapasitas jurnalis. Kali ini, AJI Indonesia
yang bekerja sama dengan PermataBank dan Australian Embassy (Kedutaan Besar
Australia) di Indonesia menggelar Banking Journalism Workshop (BJW) 2015 di
kantor PermataBank, Gedung WTC II lantai 21, Sudirman, Jaksel.
Pelatihan ini diikuti 19 jurnalis yang lulus seleksi dari berbagai platform media, baik cetak, elektronik maupun media siber dari 16 daerah. AJI Manado patut berbangga karena berhasil meloloskan salah satu personilnya yakni Fernando Lumowa (Harian Tribun Manado) yang juga Sekretaris AJI Manado dalam pelatihan berlangsung dua hari, Jumat-Sabtu 22-23 Mei 2015 ini.
Achmad K Permana, Direktur Syariah PermataBank mengatakan, pelatihan ini bertujuan menambah pengetahuan kepada jurnalis terkait isu-isu perbankan, khususnya fungsi intermediasi bank.
PermataBank berangkat dari kesadaran, bagaimana memberikan informasi valid, akurat, berkualitas sekaligus bermanfaat ke pembaca (masyarakat). Menurut dia, PermataBank berkepentingan atas pemenuhan informasi utuh dan mudah dimengerti masyarakat. "Sebab, kita tahu, kebijakan dan istilah perbankan itu tak semua orang paham. Bagaimana bisa dimengerti dan informasinya tepat, salah satunya dengan menggelar pelatihan ini," jelas pria berkacamata ini.
Suwarjono, Ketua Umum AJI Indonesia mengungkapkan, pelatihan ini juga digelar dilatarbelakangi keprihatinan AJI, tak sedikit perusahaan pers (media) yang tak membekali wartawannya dengan pelatihan memadai. Kata Jono, sapaannya, acap kali banyak wartawan -- datang dari latarbelakang bidang keilmuan beragam--yang tanpa melalui masa pelatihan langsung terjun meliput di lapangan.
AJI Indonesia begitu concern terhadap aksi-aksi yang bertujuan pada peningkatan kapasitas dan kompetensi profesi jurnalis. "Ada banyak bidang yang harus didalami, misalnya, lingkungan, intoleransi-pluralisme, perempuan dan anak, energi, dan sebagaimanya. Semua itu, perlu diberikan bekal khusus sebelum si jurnalis ke lapangan," jelasnya.
BJW 2015 ini merupakan rangkaian dari Banking Journalist Academy (BJA) yang digelar AJI_PermataBank sejak 2013. Berbeda dari penyelenggaraan sebelumnya, workshop kali ini pesertanya perwakilan media di daerah-daerah. Dua edisi sebelumnya, pesertanya wartawan media nasional/internasional dengan jangka waktu pelatihan selama dua bulan.
Kemudian, kali ini Kedutaan Australia turut menjadi penggagas kegiatan. "Kami bangga bisa ambil bagian dalam kegiatan yang tujuan akhirnya bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Semoga peserta bisa memanfaatkan pelatihan ini," ujar Laura Kemp, Sekretaris Hubmas dan Jubir Kedutaan Besar Australia di Indonesia.
Selama dua hari peserta mengikuti kelas materi, diskusi dan praktek yang dituntun para narasumber dari BI, PermataBank dan Penasehat Finansial Australia-Idonesia bidang ekonomi. Peserta didorong untuk bisa menyusun rancangan dan melakukan liputan mendalam mengenai isu-isu perbankan di wilayah masing-masing. "Bangga bisa lulus seleksi sebagai peserta Banking Journalism Workshop. Kegiatan seperti ini sulit kita dapatkan di daerah. Dengan begini, kita belajar untuk meningkatkan kapasitas kompetensi diri," tukas Palce Amallo, peserta dari Kupang, NTT.(joe)
Pelatihan ini diikuti 19 jurnalis yang lulus seleksi dari berbagai platform media, baik cetak, elektronik maupun media siber dari 16 daerah. AJI Manado patut berbangga karena berhasil meloloskan salah satu personilnya yakni Fernando Lumowa (Harian Tribun Manado) yang juga Sekretaris AJI Manado dalam pelatihan berlangsung dua hari, Jumat-Sabtu 22-23 Mei 2015 ini.
Achmad K Permana, Direktur Syariah PermataBank mengatakan, pelatihan ini bertujuan menambah pengetahuan kepada jurnalis terkait isu-isu perbankan, khususnya fungsi intermediasi bank.
PermataBank berangkat dari kesadaran, bagaimana memberikan informasi valid, akurat, berkualitas sekaligus bermanfaat ke pembaca (masyarakat). Menurut dia, PermataBank berkepentingan atas pemenuhan informasi utuh dan mudah dimengerti masyarakat. "Sebab, kita tahu, kebijakan dan istilah perbankan itu tak semua orang paham. Bagaimana bisa dimengerti dan informasinya tepat, salah satunya dengan menggelar pelatihan ini," jelas pria berkacamata ini.
Suwarjono, Ketua Umum AJI Indonesia mengungkapkan, pelatihan ini juga digelar dilatarbelakangi keprihatinan AJI, tak sedikit perusahaan pers (media) yang tak membekali wartawannya dengan pelatihan memadai. Kata Jono, sapaannya, acap kali banyak wartawan -- datang dari latarbelakang bidang keilmuan beragam--yang tanpa melalui masa pelatihan langsung terjun meliput di lapangan.
AJI Indonesia begitu concern terhadap aksi-aksi yang bertujuan pada peningkatan kapasitas dan kompetensi profesi jurnalis. "Ada banyak bidang yang harus didalami, misalnya, lingkungan, intoleransi-pluralisme, perempuan dan anak, energi, dan sebagaimanya. Semua itu, perlu diberikan bekal khusus sebelum si jurnalis ke lapangan," jelasnya.
BJW 2015 ini merupakan rangkaian dari Banking Journalist Academy (BJA) yang digelar AJI_PermataBank sejak 2013. Berbeda dari penyelenggaraan sebelumnya, workshop kali ini pesertanya perwakilan media di daerah-daerah. Dua edisi sebelumnya, pesertanya wartawan media nasional/internasional dengan jangka waktu pelatihan selama dua bulan.
Kemudian, kali ini Kedutaan Australia turut menjadi penggagas kegiatan. "Kami bangga bisa ambil bagian dalam kegiatan yang tujuan akhirnya bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Semoga peserta bisa memanfaatkan pelatihan ini," ujar Laura Kemp, Sekretaris Hubmas dan Jubir Kedutaan Besar Australia di Indonesia.
Selama dua hari peserta mengikuti kelas materi, diskusi dan praktek yang dituntun para narasumber dari BI, PermataBank dan Penasehat Finansial Australia-Idonesia bidang ekonomi. Peserta didorong untuk bisa menyusun rancangan dan melakukan liputan mendalam mengenai isu-isu perbankan di wilayah masing-masing. "Bangga bisa lulus seleksi sebagai peserta Banking Journalism Workshop. Kegiatan seperti ini sulit kita dapatkan di daerah. Dengan begini, kita belajar untuk meningkatkan kapasitas kompetensi diri," tukas Palce Amallo, peserta dari Kupang, NTT.(joe)
Label:
ekbis
01.35
Gunung Lokon Meletus, Abu Vulkanik Setinggi 1500 M
Ditulis oleh Unknown pada hari Kamis, 21 Mei 2015 |Pukul 01.35
![]() |
| Gunung Lokon.(foto: wikipedia) |
MANADO – Setelah pekan lalu aktivitas Gunung
Karangetang di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi
Utara meningkat, kini giliran Gunung Lokon di Kota Tomohon yang meletus, Rabu (20/5/2015)
pukul 15.20 WITA.
Ferry Rusmawan dari Pos Pengamatan Gunung Lokon mengatakan letusan kali ini disertai dentuman yang mengeluarkan abu vulkanik setinggi
mencapai 1.500 meter yang mengarah ke barat laut. “Peningkatan vulkanik terjadi
sejak pukul 01.00 WITA. Aktivitas vulkanik masih terekam dan tinggi. Potensi
letusan masih berpeluang terjadi,” ujarnya.
Meski begitu kata dia, status tetap level
III atau siaga. “Status masih level III. Warga diminta tetap waspada dengan
aktivitas gunung. Kami sudah berkoordinasi dengan pemerintah setempat,” tambahnya.
Denny Mangundap, warga Tomohon mengatakan memang
sejak sore tadi Gunung Lokon menunjukkan aktivitasnya. “Tapi warga tidak panik
dengan situasi itu,” kata Donny.(agust)
Label:
pemerintahan
15.46
Kubu ARB Menang PTUN, Ketua Golkar Sulut: Itu Kekuatan Doa
Ditulis oleh Unknown pada hari Rabu, 20 Mei 2015 |Pukul 15.46
![]() |
| Ketua Partai Golkar Sulut, Stefanus Vreeke Runtu.(foto: okemanado) |
MANADO – Kemenangan kubu Aburizal Bakrie
(ARB) pada sidang di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta Barat, Senin (18/5/2015) ini disambut sukacita seluruh kader Partai Golkar Sulawesi Utara.
Ketua DPD I Golkar Sulut, Stefanus Vreeke Runtu yang mengikuti langsung
jalannya putusan PTUN melalui layar televisi mengaku bersyukur kepada Tuhan
dengan adanya putusan tersebut.
”Dikabulkannya gugatan Partai Golkar kubu
ARB adalah kekuatan doa dari para pendeta, hamba-hamba Tuhan, dan pastor.
Kemarin itu semua pendeta, dan gembala berpuasa. Dan doa para hamba Tuhan
dikabulkan,” kata pria yang akrab dipanggil SVR di Gedung DPRD Sulut, Selasa 19
Mei 2015.
Mantan Bupati Minahasa ini mengatakan
gugatan Partai Golkar yang diajukan ke PTUN Jakarta Barat adalah meminta
membatalkan SK yang dikeluarkan oleh Menkumham dan itu dikabulkan. “Dan putusan
PTUN itu sudah tepat karena berdasarkan fakta dan bukti dalam persidangan.
Bukan berdasarkan intimidasi dari siapapun,” ujarnya.
Dia pun berharap Partai Golkar yang ada di
Indonesia termasuk Sulut untuk tetap solid dan menatap Pilkada yang tahapannya
sedang bergulir. “Marilah teman-teman yang sudah ke mana-mana silahkan kembali.
Kecuali kader Golkar yang melakukan pelanggaran akan mendapatkan sanksi,”
tandas Wakil Ketua DPRD Sulut ini.
Dengan adanya putusan tersebut, langkah
Partai Golkar Sulut diakui SVR akan
melakukan konsolidasi dan membuka pendaftaran serta melakukan lobi-lobi politik
menghadapi Pilkada serentak.(agust)
Label:
panggung
23.10
Kongres PD, Vicky Lumentut Cs Dukung SBY
Ditulis oleh Unknown pada hari Selasa, 12 Mei 2015 |Pukul 23.10
![]() |
| Susilo Bambang Yudhyono bakal mulus terpilih kembali sebagai Ketum Partai Demokrat.(foto: oborkita.com) |
MANADO - Dukungan
bagi Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk kembali memimpin Partai Demokrat
terus bergema. DPD PD dan DPC se-Sulawesi Utara, misalnya, secara bulat
memberikan dukungan kepada mantan Presiden RI tersebut. “Kita satu suara untuk
Pak SBY,” ujar Ketua DPD I PD Sulut, Vicky Lumentut.
Pria yang menjabat
Wali Kota Manado ini menilai SBY adalah sosok yang tepat memimpin partai
berlambang mercy tersebut. “Dalam situasi
seperti ini hanya
Pak SBY yang mampu memimpin Demokrat menjadi lebih baik. Ketokohan beliau sudah
tak perlu diragukan lagi,” kata Vicky.
Hal senada juga
disampaikan Pdt. Van Ambuliling, kader Demokrat dari Kabupaten Kepulauan
Talaud. Menurutnya, SBY masih jadi teladan bagi seluruh kader Demokrat di
Indonesia. “Beliau tegas tapi bersahaya. Tak ada tokoh lain di Demokrat yang
mampu menggantikannya. Kami yakin jika Pak SBY kembali terpilih, Demokrat akan
meraih suara signifikan pada pemilu bahkan pilkada yang sebentar lagi
berlangsung,” ujar anggota DPRD Talaud ini.
Diketahui, Kongres
Partai Demokrat (PD) IV akan mulai berlangsung hari ini di Hotel Shangrilla
Surabaya. Rencananya pembukaan Kongres akan dilakukan malam nanti. Sampai saat
ini dukungan terus meluas untuk SBY sebagai ketua umum. Hal ini memungkinkan
SBY akan terpilih sebagai ketua umum secara aklamasi.
Dalam Kongres itu,
ada tiga calon ketua umum Partai Demokrat, yakni Susilo Bambang Yudhoyono
(SBY), Marzuki Alie, dan I Gede Pasek Suardika. Tetapi baru SBY yang resmi
didaftarkan untuk menjadi calon ketua umum sampai Senin malam. Pendaftaran
calon ketua umum dibuka sampai Selasa siang, 12 Mei 2015.(VIVA/agust)
Label:
panggung
22.52
Gunung Karangetang Kembali Semburkan Awan Panas
![]() |
Warga membersihkan abu Gunung Karangetang.(foto: manado1/agust hari)
|
SIAU – Gunung Karangetang di Kabupaten
Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara, terus mengancam warga. Hari ini, Selasa (12/5/2015), setidaknya gunung paling aktif di Indonesia ini kembali menyemburkan
debu disertai awan panas dan lava pijar.
Kepala Pos Pemantau Gunung Karangetang Yudi
Tatipang mengatakan, Gunung Karangetang sulit diprediksi. Gunung ini kembali
meletus, padahal sebelumnya aktivitasnya sudah menurun. Ini menjadi ancaman
warga yang bermukim di kaki gunung.
"Karenanya, masyarakat yang berada di
radius tiga kilometer diminta tetap mengungsi ke tempat yang aman. Kami tak
tahu, sampai kapan aktivitas gunung berakhir,” kata Yudi.
Ia menginformasikan sejak tadi malam sekira
pukul 00.00 WITA hingga pukul 06.00, secara visual tampak cuaca di Gunung
Karangetang berawan. Angin timur lemah asap utama kawah putih tebal hingga
ketebalan mencapai 250 meter dan teramati sinar api 10-50 meter, panjang lidah
lava 300 meter.
“Kemudian, pukul 00.55 dari ujung lidah
lava, atau puncak kawah terus menerus terjadi guguran lava pijar ke Kali Batu
Awang jarak luncuran 1.000-2.000 meter. Sedangkan ke Kali Kahetang dan Kali
Keting terjadi luncuran 1.000-2.500 meter. Asap kawah dua putih tipis 25
meter,” tambahnya.
Aktivitas guguran lava masih akan terus
terjadi ke Kali Batu Awang, Kali Kahetang, dan Kali Keting. “Bagi pemukiman
warga yang berada di pinggiran sungai yang berhulu dari puncak, diharapkan
tetap mewaspadai terhadap guguran awan panas," kata Yudi.(VIVA)
Label:
pemerintahan
00.39
Umboh: Perekonomian Harus Menyentuh Masyarakat Pedesaan
Ditulis oleh Unknown pada hari Senin, 11 Mei 2015 |Pukul 00.39
| Drs Frans Umboh |
Manado -
Partai berlambang kepala banteng bermoncong putih dalam lingkaran merah, telah
siap dipakai dan dikibarkan Drs Frans Umboh.
Dalam tekad
dan Keterpanggilan untuk membuat masyarakat di tiap desa menjadi lebih
sejahtera latar belakangnya, sekaligus jadi pemicu semangat untuk tampil dan
memenangkan agenda politik Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kabupaten
Minahasa Utara (Minut).
Menurut Umboh,
yang paling mendasar dan tepat guna
mewujud-nyatakan tugas mulai itu, harus diawali dengan merebut dan menempati
posisi utama sebagai pengambil dan penentu kebijakan dalam pelaksanaan roda
pemerintahan di Kabupaten Minut. Sebab dengan begitu kata Umboh,
langkah-langkah strategis akan bisa langsung menyentuh sendi kehidupan
masyarakat terutama sektor gerakan perekonomian di pedesaan. “Untuk saat ini,
gerakan perekonomian masyarakat harus menyentuh orang banyak terutama di
tingkat pedesaan. Sebab dari situ akan memunculkan kekuatan ekonomi yang kuat.
Hal itu yang saya lihat masih kurang menyentuh dan sangat dibutuhkan di
Kabupaten Minut. Karenanya, sebagai putra asli Minut, saya tertantang untuk
berperan langsung membangun daerah sendiri,” ujar Umboh saat diwawancarai
wartawan pekan kemarin.
Dikatakannya,
sebagai program prioritas, sangat penting dilakukan proses pendampingan ekonomi
berbasis kerakyatan sebagai bentuk tindak-lanjutnya. Karena sejak awal strategi
itu telah menjadi soko guru yang baik untuk kedepan, terutama bagaimana membawa
perubahan bagi daerah. “Masyarakat kalangan bawah itu perlu disentuh, karena memang
saat ini banyak yang sudah enggan untuk turun ke masyrakat bawah. Padahal,
ekonomi pedesaan itu harus disentuh dan diperkuat, sebab kalau kuat di desa
pasti akan kuat juga di daerah perkotaan,” ujar putra Desa Talawaan-Tonsea itu.
Terkait niat
pencalonannya menuju Pilkada Minut dengan mengendarai PDI-P, Umboh menegaskan
siap bertarung secara sportif dan tampil seperti apa adanya. “Kebijakan memilih
PDI-P sebagai kendaraan dikarenakan adanya kecocokan. Saya tidak pilih-pilih
partai mana yang kuat dan mana yang tidak kuat, tetapi dimana yang cocok
disitulah kami berlabuh,” ungkapnya seraya mempertegas jika bersama-sama dengan
rakyat dan seluruh keluarga besar PDI-Perjuangan, dirinya sangat optimis akan
memenangkan Pilkada di Minut.
Sementara
itu, politisi senior PDI-P Ibu Tea, sangat mendukung niat Umboh. "PDI-P
adalah besar dan terbuka bagi siapa saja. Jika dia (Frans Umboh-red) memilih
PDI-P untuk maju di Pilkada Minut, tentunya kami sangat mendukung," ujar
Ibu Tea.(febry kodongan)
Label:
panggung
19.29
Diduga Selewengkan Dana, Kepala SMKN 4 Manado Diadukan ke Sejumlah Instansi
Ditulis oleh Unknown pada hari Jumat, 08 Mei 2015 |Pukul 19.29
![]() |
| Dra Jeany Sanger |
Manado- Belum lima bulan menjabat, Kepala
SMKN 4 Manado Dra Jeanny Sanger diadukan ke sejumlah pihak terkait dugaan
penyelewengan dana di sekolah itu. Laporan pengaduan itu dilakukan oleh salah
satu guru di sekolah tersebut yang merasa tidak puas dan gerah dengan sang
kepala sekolah.
Dalam pengaduan
yang ditujukan kepada Ombudsman RI Perwakilan Sulut, Kepala Dinas Pendidikan
Nasional Provinsi Sulut, Kepala Dinas Pendidikan Kota Manado, Inspektorat Kota
Manado, terdapat sedikitnya tujuh poin dugaan penyelewengan dana dan kewenangan
yang dilakukan Sanger. Dalam laporan yang dilakukan oleh Mohamad Iksan SPd,
salah satu guru SMKN 4 itu, disebutkan bahwa terjadi penyelewenangan dana
Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Triwulan I sebesar 59 juta, penyelewengan
dana BOS buku tahun 2014 sebesar 17,5 juta. “Ada juga penyelewengan dana
bantuan siswa miskin atau BSM sebesar 10,5 juta,” ungkap Iksan dalam laporannya
yang diterima harian ini.
Ironisnya,
lanjut Iksan, juga diduga terjadi penyelewengan dana derma Badan Kerohanian
Kristen sebesar 4 juta dan dana infaq atau sedekah Badan Tadzkir sebesar 1
juta. “Belum lagi dana-dana setoran dari tiap kantin di sekolah itu selama
empat bulan. Tak hanya soal penyelewengan dana, yang saya sesalkan juga
tindakan arogan kepala sekolah yang menagih uang komite kepada para siswa saat
mereka mau ikut UN lalu,” papar dia.
Selain
masalah-masalah itu, dalam laporannya Iksan juga menyentil soal penyelenggaraan
sekolah yang amburadul di mana tidak ada lagi guru yang mengajar mata pelajaran
Kompetensi Kejuruan untuk Jurusan Tekhnik Komputer dan Jaringan. “Ini akibat
berhentinya ketiga guru honorarium itu karena gaji mereka tidak dibayar.
Sejumlah guru honor lainnyapun terancam berhenti karena tertundanya pembayaran
gaji mereka,” papar Iksan.
Sanger saat
dikonfirmasi, Kamis (07/05) kemarin, mengakui adanya laporan pengaduan yang
dilakukan oleh salah satu gurunya. Hanya saja dia membantah semua yang
dituduhkan, khususnya penyelewenangan dana BOS dan Komite Sekolah. “Saya memang
sudah dipanggil dan diperiksa oleh Dinas Pendidikan Kota Manado terkait laporan
Iksan. Saya juga sudah jelaskan semuanya, bahwa apa yang dituduhkan itu tidak
benar,” ujar Sanger.
Dia
menyatakan, siap untuk memberikan data-data dan pembukuan keuangan jika
nantinya dibutuhkan untuk membuktikan tidak ada penyelewenangan dana. “Yang
terjadi malah saya menggunakan dana pribadi untuk kepentingan sekolah,” ujar
Sanger.
Secara
terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kota Manado, Corry Tendean SH saat
dikonfirmasi melalui Kepala Bidang Pendidikan Tinggi, Jandry Sampelan mengakui,
telah menerima laporan pengaduan itu bahkan sudah memeriksa Kepala SMKN 4
Manado. “Benar ada laporan itu, saya juga sudah memanggil dan memerika Kepala
SMKN 4 Manado. Ada beberapa poin yang dia jelaskan, yang memang berbeda dengan
laporan pengaduan itu. Secara umum saya
menilai memang ada kelemahan administrasi pembukuan keuangan. Soal apakah dana
itu benar diselewengkan, akan saya telusuri lebih jauh,” papar Sampelan saat
dikonfirmasi melalui ponsel, tadi malam.(11)
Label:
pendidikan
19.14
AJI Manado Permalukan JIPS 6 – 2
| Tim sepakbola AJI Manado (berdiri) tampil perkasa membantai JIPS dengan skor telak 6 - 2 |
TIM sepakbola Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Manado
tampil perkasa dan membantai Jurnalis Independen Pemprov Sulut (JIPS) dengan
skor telak 6 – 2, dalam pertandingan persahabatan yang digelar di lapangan
Kantor Gubernur Sulut, Jumat (08/05) kemarin. Gol-gol AJI Manado dicetak Ketua
Yoseph E Ikanubun (Harian METRO), Sekretaris Fernando Lumowa (Tribun Manado), Billy
Lintjewas (Komentar) dan Stenly Scott Lonteng (Komentar). Sedangkan dua gol
penghibur JIPS dilesakkan Kasat Pol PP Pemprov Sulut, Roy Mewoh dan Simon
Making (Komentar).
Laga baru
berjalan sekitar tiga menit, Ikanubun yang berposisi sebagai penyerang sudah
menjebol gawang JIPS. Menerima sodoran umpan matang dari Ficko Onga di sisi
kanan pertahanan lawan, satu sentuhan Ikanubun berhasil menjebol gawang setelah
mengecoh kipper JIPS, Rolf Lumintang (Harian METRO). Skor 1 – 0 tidak bertahan lama. Tendangan bebas
bek AJI, Reza Taliwongso (Koran Manado) yang disambut sundulan Lintjewas kembali
memaksa Lumintang untuk memungut bola dari gawangnya. Babak pertama diakhiri
dengan satu sontekan manis dari Lumowa yang membawa AJI unggul 3 – 0 di paruh
pertama pertandingan.
Tak ingin
kehilangan muka di depan pendukungnya sendiri, begitu babak kedua dimulai, JIPS
yang dimotori Donny Aray (Kompas TV), Ronald Rorong (Kawanua Post), Karel
Polakitan (LKBN Antara), dan Jamaluddin (RAL FM), langsung menekan pertahanan
AJI Manado. Lini pertahanan yang dikawal Taliwongso, Marvil dan Marchell Supit
(Komentar) mendapat ujian berarti. Hasilnya satu gol berhasil dicetak Mewoh
untuk memperkecil skor menjadi 1 – 3. Kemasukan satu gol, AJI justru
meningkatkan serangannya. Lewat satu dua sentuhan antara Frangky Kota
(Komentar), Billy Lintjewas (Komentar) dan Lumowa, satu peluang berhasil
diselesaikan dengan baik oleh Scott. Skor 4 – 1 tak bertahan lama. JIPS
memperkecil ketinggalan lewat titik putih setelah Taliwongso menyentuh bola di
dalam kota pinalti. Making yang maju sebagai eksekutor berhasil menjobol gawang
AJI Manado. 2 – 4, JIPS masih tertinggal.
Di sisa
pertandingan, AJI Manado malah menambah lagi dua gol melalui kaki Ikanubun dan
Lumowa sekaligus mengunci pertandingan itu dengan skor 6 – 2. “Hari ini AJI
memang tampil lebih baik, dan unggul atas kami. Kami siap bertanding di waktu
mendatang,” ujar Aray, Ketua JIPS yang diiyakan rekan-rekannya.
Sementara itu,
Lumowa mengatakan, AJI Manado siap menerima tantangan pertandingan ulang
melawan JIPS. “Kami siap bertanding lagi,” ujar Lumowa.
Sedangkan
Kabag Humas Setdaprov Sulut, Yahya Rondonuwu didampingi Kasubag Humas Alfrets J
Rambing mengungkapkan, pertandingan itu
untuk mempererat komunikasi antar wartawan dan pejabat Pemprov Sulut. “Berikut
kita jadwalkan AJI Manado melawan pejabat Pemprov Sulut,” tantang Rambing yang
disambut tim AJI Manado.(joe)
Label:
olahraga
10.15
Hari Ketiga UN Relatif Lancar
Ditulis oleh Unknown pada hari Kamis, 07 Mei 2015 |Pukul 10.15
Siswa SMP Katolik St Laurentius sedang
mengikuti ujian nasional, Rabu (06/05/2015). (foto: febry/manado1)
|
MANADO – Hari ke tiga pelaksanaan Ujian
Nasional (UN) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dengan mata pelajaran
Bahasa Inggris, berjalan lancar dan aman. Pantauan manadosatu.com, Rabu
(06/05/2015) di beberapa sekolah di Kota Manado terlihat berjalan aman dan
lancar, seperti di SMP St Laurentius yang diikuti 31 siswa dari 34 siswa
terdaftar.
“Keamanan naskah, sejak hari pertama
dititipkan ke sekolah dan telah saya simpan di ruang saya. Kemudian dijaga
ketat para guru dan aparat kepolisian,” kata Kepala Sekolah, Hermanus Kumokong,
kemarin.
Lanjutnya, terkait dengan tidak hadirnya
ketiga siswa dalam UN, menurut Hermanus, pihak sekolah sudah berusaha untuk
menghubungi dan mencari para siswa ke rumah, tapi tidak ketemu. “Kami sudah
berusaha menghubungi dan mencari, tapi tidak menemui kabar dengan para siswa
tersebut, mudah-mudahan mereka bisa melapor agar bisa mengikuti ujian susulan,”
tuturnya.
Hermanus juga mengatakan, dalam menghadapi
UN mata pelajaran Bahasa Inggris, para siswa sebelumnya telah melaksanakan
tambahan pelajaran, mereka sudah dilatih untuk mempersiapkan diri guna
menghadapi UN ini. “Diharapkan nantinya mereka bisa mendapatkan nilai yang baik
dan lulus sesuai dengan harapan pihak sekolah dan orangtua,” kuncinya.
Di tempat terpisah, Kepala SMP 10 Manado,
Sonee Engka juga menjelaskan, bahwa pelaksanaan UN hari ketiga ini berjalan
lancar. Jumlah siswa yang mengikuti UN sampai dengan hari ketiga di sekolah
tersebut sebanyak 298 siswa, dan yang tidak hadir dua siswa, yang satu sakit dan
yang satunya tidak ada kabar. “Tidak hadir yang satu sakit sedang diopname di
rumah sakit,” sebutnya.
Adapun sekolah yang bergabung mengikuti UN
di SMP Negeri 10 yaitu, SMP Perisai Bangsa Pandu, SMP Wolter Mongisidi Pandu, SMP
Kristen 55 Maranatha Pandu. “Total semua sampai dengan sekolah bergabung untuk
mengikuti UN di sekolah kami sebanyak 332 siswa dan memakai 18 ruang kelas yang
telah disediakan,” ucapnya.
Ia menambahkan mengenai keamanan naskah UN,
pihak sekolah, bekerjasama dengan kepolisian Rural Mapanget menjaga nasakah
tersebut yang tersimpan rapih di sekolah.
Sementara di SMP Negeri 14 Manado juga diikuti
60 siswa berjalan konddusif aman dan
terkendali. “Naskah tiap hari dijaga oleh guru yang telah dijadwalkan serta
dibantu oleh para aparat kepolisian untuk menjaga,” tutur Kepsek, Enoch Saul.
Harapannya, keseluruhan siswa yang mengikuti
UN akan berhasil lulus dan mendapatkan nilai bagus agar supaya bisa melanjutkan
sekolah di jenjang berikutnya. Pihaknya sangat berterima-kasih kepada
pemerintah pusat yang telah merubah sistem terkait kelulusan yang telah
diberikan sepenuhnya kepada pihak sekolah yang diberlakukan tahun ini.
“Kami sangat memberi apresiasi kepada
pemerintah pusat yang telah mengubah sistem saat ini sangat menguntungkan bagi
sekolah dan sistem ini yang kami idam-idamkan sejak dulu, masa penentuan
kelulusan itu ditentukan oleh pusat sementara yang tau persis adalah sekolah,
ketika siswa ini diubah dan diserahkan sepenuhnya ke sekolah.,” tutupnya.
(febry kodongan)
Label:
pendidikan
21.40
MANADO
- Hari kedua pelaksaan Ujian Nasional (UN) tingkat Sekolah Menengah Pertama
(SMP) yang serentak di seluruh Indonesia yang dilaksanakan selama empat hari,
terlihat lancar-lancar saja. Seperti di SMP Negeri 8 Manado yang diikuti 477
siswa.
UN di SMP Negeri 8 Manado Sempat Terkendala Naskah Soal
Ditulis oleh Unknown pada hari Selasa, 05 Mei 2015 |Pukul 21.40
| Siswa SMP Negeri 8 Manado terlihat sedang serius membaca dan mengsisi lembar jawaban UN, Selasa (05/05/2015).(foto: febry/manado1) |
“SMP Negeri
8 melaksanakan UN sampai dengan hari kedua pelaksanaan, semuanya berjalan
lancar,” kata Kepala Sekolah, Adeleida Kemur, Selasa (05/05/2015).
UN
kali ini ada dua sekolah yang ikut bergabung yaitu SMP Lahay Roi dengan 16
siswa dan SMP PGRI 3 Manado 15 siswa. Meski ada terjadi sedikit masalah kecil
pada naskah soal, tapi pihak sekolah serta pengawas sudah mengantisipasi dengan
mengganti dengan naskah cadangan yang telah disediakan.
“Ruang
26 dari SMP Lahay Roy halaman 2 sampai halaman 9, tetapi kami dari sekolah
penyelenggara telah antisipasi dibantu guru pengawas yang ad di dalam ruangan
langsung mengganti dengan naskah cadangan yang lengkap,” terangnya.
Ia
menambahkan pengawasan UN, pihak sekolah melakukan sistem mengawas silang
dengan mengambil guru yang tidak
mengajar atau tidak ada hubungannya dengan bidang studi yang diujiankan, dengan
harapan nantinya para siswa bisa lulus dan mendapatkan nilai yang bagus.
“Mudah-mudahan
para siswa mendapatkan nilai bagus. Bukan seratus persen kelulusan yang dituntut
kepada para siswa, karena itu sudah umum, tapi harus nilai bagus,” tutupnya. (febry
kodongan)
Label:
pendidikan
05.25
Apa Alasan AJI Manado Minta DPRD Sulut Panggil Pimpinan Media
![]() |
| AJI Manado dan komponen jurnalis lainnya di Sulut saat menyampaikan aspirasi di Kantor DPRD Sulut, Senin (4/5/2015). (foto: AJI Manado) |
MANADO – Aksi damai yang dilakukan Aliansi
Jurnalis Independen (AJI) Manado dan komponen jurnalis lainnya di Sulut, Senin
(4/5/2015) kemarin menemui wakil rakyat di DPRD Sulut.
Puluhan jurnalis itu mendesak DPRD Sulut
agar memanggil pimpinan media terkait masih banyaknya jurnalis yang belum
mendapatkan upah yang layak. “Kami meminta DPRD memanggil pimpinan media di
daerah ini karena masih banyak pekerja pers/jurnalis yang tak memperoleh hak
sesuai yang diamanatkan UU Ketenagakerjaan seperti upah. Bahkan banyak jurnalis
yang menerima upah di bawah UMP atau UMR. Lebih parah lagi ada media yang tak
memberikan gaji,” ujar Sekretaris AJI Manado, Fernando Lumowa.
Pihaknya mengakui tak perlu malu
menyampaikan kalau profesi jurnalis di Sulut dilecehkan oleh pimpinan media itu
sendiri. “Sangat ironis dan tak berbending lurus. Perusahan terus mendapatkan
keuntungan sementara para pekerjanya tak menerima upah yang layak,” terang
redaktur Harian Tribun Manado ini.
Ketua AJI Manado, Yoseph E Ikanubun
menambahkan demo kali ini tidak punya arti jika tidak ada solusi antara DPRD
Sulut, organisasi jurnalis dan pimpinan media. “Kami tak hanya sekedar eforia
untuk berdemo memperingati May Day dan World Press Freedom Day, tapi apa solusi
terbaik sehingga persoalan upah, jaminan kesehatan dan masalah lain jurnalis di
daerah ini bisa teratasi. Makanya kami mendesak dalam pekan ini bisa duduk
bersama baik DPRD, Disnakertrans Sulut, organisasi jurnalis dan pimpinan media
untuk membicarakan nasib kami,” imbuhnya.
Anggota DPRD Sulut, Novi Mewengkang sepakat
dengan keinginan para pendemo. “Saya berharap beberapa waktu ke depan kita
bertemu lagi di gedung ini. Kami minta AJI Manado membawa data media-media mana
saja yang belum memberikan upah layak kepada jurnalis. Mungkin minggu depan
kita bisa bertemu karena pekan ini agenda dewan sudah full untuk turun ke
daerah-daerah,” kata personil Fraksi Partai Gerindra ini. (agust hari)
Label:
politik
23.56
AJI Manado Tuntut Upah Layak Jurnalis dan Independensi Media
Ditulis oleh Unknown pada hari Senin, 04 Mei 2015 |Pukul 23.56
MANADO - Aliansi Jurnalis Independen (AJI)
Manado menggelar aksi damai 'turun ke jalan' dalam rangka memperingati Hari
Buruh (May Day) 1 Mei dan Hari Kebebasan Pers Sedunia (Word Press Freedom
Day/WPFD) 3 Mei. Aksi ini menyuarakan tuntutan keadilan kesejahteraan jurnalis
dan independensi kebebasan pers di Sulawesi Utara.
Aksi yang diikuti puluhan jurnalis, anggota
AJI, perwakilan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) dan organisasi pers
ini digelar Senin (4/5). Aksi damai ini berawal di Zero Point Manado. AJI dalam
pernyataan sikapnya menyatakan keprihatinan, sampai saat ini masih banyak
pekerja pers/jurnalis yang tak memperoleh hak sesuai yang diamanatkan UU
Ketenagakerjaan.
Ketua dan Sekretaris AJI Manado, Yoseph
Ikanubun dan Fernando Lumowa menyatakan, di tengah pesatnya pertumbuhan media
di Sulawesi Utara, terjadi ketimpangan karena tak sebanding dengan
kesejahteraan jurnalis.
Banyak perusahaan media yang abai terhadap
pemenuhan hak jurnalis. Tak sedikit jurnalis di Sulawesi Utara tak mendapatkan
upah tak layak, penghasilan di bawah UMP atau UMR. Serta tak adanya kepastian
atas jaminan sosial. Belum lagi jurnalis yang berstatus karyawan tidak tetap
"Bahkan ada perusahaan pers atau media
yang tak menggaji jurnalisnya sepeserpun! Tak sedikit yang tak dijamin BPJS
Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, serta hak atas cuti, libur dan hak lainnya tak
dipenuhi," kata Ikanubun dan Lumowa.
Keberadaan jurnalis yang kurang diperhatikan
tersebut menjadi ancaram utama terhadap independensi dan profesionalisme
jurnalis. “Bagaimana bisa profesional sementara jurnalis masih memperjuangkan
kesejahteraannya,” tukas mereka.
Seruan lainnya yang diangkat dalam aksi
damai ini, kian beragamnya ancaman terhadap kebebasan pers dewasa ini. Jika
dulu musuh utama kebebasan pers ialah penguasa (negara), sekarang ancaman itu
datang dari berbagai sisi melalui intervensi ke ruang redaksi.
Dimana, intervensi bisa datang dari pemilik
modal/pemilik media, penguasa, pengiklan dan kelompok politik. Sejauh ini
begitu kentara ancaman terhadap kebebasan pers di dalam pemberitaan, dimana
ruang pemberitaan yang seharusnya milik publik `disita/dimonopoli' oleh berita
`pesanan' kelompok tertentu.
Kepentingan kekuasaan dan politik terlalu
jauh menguasai ruang-ruang redaksi media. Banyak contoh produk jurnalistik
media di Sulawesi Utara yang sulit dibedakan apakah itu berita ataukah iklan
berbayar yang seharusnya dipagari `pagar api' yang jelas."Acapkali
ditemukan adanya berita yang tidak independen, sepihak dan tak berimbang,"
jelas Ikanubun.
AJI Manado juga menyikapi proses
kriminalisasi terhadap jurnalis dan tindak kekerasan yang masih terus
berlangsung hingga kini. AJI Manado bersyukur, sejauh ini relatif tak ada
kriminalisasi dan tindak kekerasan terhadap jurnalis di Sulawesi Utara. "Kami harap tidak terjadi di sini. Kami
mengimbau Kepolisian paham dan menerapkan fungsi UU Nomor 40 tahun 1999 tentang
Pers sebagai pedoman utama atas sengketa pers atau selisih yang timbul akibat
pemberitaan," jelas Lumowa.
AJI Manado menyerukan kepada semua jurnalis
agar tetap profesional, mengedepankan Kode Etik Jurnalistik, kode etik perilaku
jurnalis dalam melakukan tugas jurnalistiknya di lapangan. AJI Manado mengimbau
perusahaan pers dan pemilik media di Sulawesi Utara memperlakukan jurnalis
secara adil. "Paling tidak dengan
memberi upah layak, sesuai amanat UU Ketenagakerjaan serta jaminan sosial
lainnya," ujar mereka.
Setelah dari Zero Point Manado, rombongan
aksi menyampaikan aspirasi ke DPRD Sulawesi Utara dan Wakil Gubernur Sulut, Dr
Djouhari Kansil. Ketua Komisi I DPRD Ferdinand Mewengkang dan anggota Komisi I Rocky Wowor-James Tuuk,
anggota Komisi II Ferdinand Mangumbahang dan anggota Komisi IV, Moh. Yusuf Amin
menerima aspirasi jurnalis.
“Kami segera mengagendakan dengar pendapat
dengan pemerintah provinsi, instansi terkait dan media membahas persoalan
banyak jurnalis yang tak menerima upah layan dan jaminan lainnya," tukas
Ferdinand Mewengkang, legislator asal Partai Gerindra.
Senada, Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Dr
Djouhari Kansil merespon positif pernyataan sikap AJI. Ia janji menugaskan
Disnakertrans Sulawesi Utara untuk menelusuri persoalan banyak jurnalis yang
diperlakukan tak adil. "Sebagai mitra, kami senantiasa menghargai profesi
jurnalis. Dengan kedudukan setara, media jangan pernah takut mengkritisi
pemerintah," pinta Kansil.(*)
Label:
panggung








.jpg)



