Berita Terkini

Ayudia Menikah Usai Lebaran

Ditulis oleh Unknown pada hari Rabu, 17 Juni 2015 |Pukul 21.42

Ayudia siap menikah usai lebaran. (foto: Okezone)


Setelah lamaran, Ayudia Bing Slamet akan melangkah ke pernikahan. Bersama dengan Muhammad Pradana Budiarto (Ditto), Ayudia akan membangun bahtera rumah tangga pada 13 September 2015, mendatang.
Saat ini, bersama dengan calon suaminya, Ayudia masih terus melaksanakan persiapan. Agar pernikahan yang sebentar lagi diselenggarakan berjalan sesuai dengan keinginannya.
"Kita sebentar lagi memang mau melaksanakan pernikahan, belum 100%, masih dalam persiapan, karena masih ada pekerjaan," ucap Ayudia seperti dikutip dari Okezone, Rabu (17/6).
Ayudia dan Ditto masih menggodok konsep yang akan digunakan. Keponakan Adi Bing Slamet itu pun enggan membocorkan konsep yang diterapkan.
Namun, Ayudia menjelaskan jika konsep pernikahan yang akan dilaksanakan akan berlangsung sederhana. Tanpa kemewahan yang berlebihan.
"Sebenarnya masih dirembukin. Kita enggak pakai WO, kadang masih berubah-ubah, memang pengin sesimpel mungkin. Pestanya enggak pingin yang mewah-mewah," tandasnya.
okezone

 

UKG, Sulut Peringkat 18 dari 34 Provinsi di Indonesia

Kadis Diknas memasang tanda peserta kepada peprwakilan guru mata pelajaran, kemarin. (foto:manadosatu.com)




MANADO- Kualitas guru di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) masih harus ditingkatkan lagi. Pasalnya dalam Uji Kompetensi Guru (UKG) yang dilakukan tahun ini, nilai rata-rata tenaga pendidik di Sulut masih jauh dari harapan, karena berada di peringkat 18 dari 34 provinsi di Indonesia. Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Provinsi Sulut Asiano Gammy Kawatu SE, MSi saat membuka kegiatan Pengembangan Lesson Study di Hotel Sahid Kawanua Manado, Rabu (17/06) kemarin.
“Kualitas guru sebagai tenaga pendidik dan pengajar harus terus ditingkatkan. Apalagi hasil UKG sebagaimana yang disampaikan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan, peringkat kita untuk tahun lalu berada di posisi 24. Tahun ini agak meningkat di peringkat 18 dari 34 Provinsi di Indonesia,” papar Kawatu didampingi Kabid PMPTK Jendry Sualang SPd, MAP.
Diungkapkan Kawatu, selain hasil UKG yang belum memuaskan, prestasi siswa di berbagai bidang akademik dan olahraga serta seni juga masih belum memuaskan. “OSN, O2SN, juga iven yang lain belum menunjukan prestasi yang memuaskan. Sulut bahkan masih tertinggal dari Gorontalo. Nah, ini menjadi tugas kita semua, termasuk para guru untuk terus meningkatkan kompetensi mereka,” ujar Kawatu.
Kawatu mengingatkan para guru akan pentingnya menanamkan nilai-nilai kejujuran. “Meski hasil yang kita peroleh dalam berbagai iven termasuk ujian nasional belum memuaskan, namun yang harus terus ditanamkan adalah nilai-nilai kejujuran. Ini harus diingat oleh para guru,” papar Kawatu sambil menambahkan, Indeks Integritas Ujian Nasional (IIUN) SMA/SMK baru-baru menunjukan Sulut juga masih kurang dari hal kejujuran.
Terkait pelaksanaan Pengembangan Lesson Study, menurut Kawatu, merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kemampuan guru dalam pengelolaan proses pembelajaran. “Saya berharap melalui Lesson Study ini kemampuan, kapasitas, dan kompetensi guru bisa lebih meningkat. Bisa menjalankan proses pembelajaran dengan baik. Apalagi para pemateri yang dihadirkan sangat berkompeten di bidangnya,” ujar Kawatu.    
Sementara itu, dosen Jurusan Biologi FMIPA Unima Dr Jantje W Ngangi MS  yang dihadirkan sebagai pemateri mengatakan, setelah menerima materi tentang pengembangan Lesson Study maka para peserta yang adalah guru-guru dari empat mata pelajaran itu mengikuti praktek di SMPN 1 Dimembe dan SMPN 1 Airmadidi, Kabupaten Minahasa Utara. “Para guru akan mengikuti praktek untuk memantapkan materi-materi yang mereka terima,” ujar Ngangi.
Sedangkan Ketua Panitia Juddie Menajang SSos MAP mengungkapkan, total peserta yang mengikuti kegiatan itu sebanyak 146 orang yang terdiri dari guru-guru SMP se-Sulut. Ratusan guru itu, lanjut Menajang, merupakan pengajar untuk bidang studi IPA, Matematika, Bahasa Inggris, dan Bahasa Indonesia. “Kegiatan ini berlangsung mulai 16 – 20 Juni 2015,” pungkas Menajang. (lita)

Kaparang Jabat Direktur LBH Pers Manado

Ditulis oleh Unknown pada hari Jumat, 22 Mei 2015 |Pukul 23.38

Pengukuhan Direktur LBH Pers Manado dan Diskusi Publik sukses digelar, Jumat (22/05).
Manado- Ferley B Kaparang SH MH, Jumat (22/05) kemarin, secara resmi dikukuhkan sebagai Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers Manado. Acara pengukuhan yang digelar di Hotel Princess Boulevard ini dirangkaikan dengan diskusi public yang mengusung tema, “Kebebasan Pers, Media Harus Hasilkan Konten Berkualitas”.
Dalam diskusi public itu, Kaparang memaparkan bagaimana nantinya peran LBH Pers Manado ke depan khususnya dalam melakukan advokasi di lapangan bahkan sampai berproses secara hukum. “LBH Pers bersama Aliansi Jurnalis Independen akan mengawal kasus-kasus kekerasan terhadap jurnalis, baik melalui advokasi di lapangan maupun pendampingan hukum. Tentu nanti kita akan bagi tugas antara LBH Pers dan AJI,” papar Kaparang.
Lanjut dia, AJI nantinya lebih banyak bergerak secara internal dalam menyelesaikan persoalan-persoalan etika, sementara LBH Pers bergerak di wilayah hukum. “Karena memang antara etika, kebebasan pers, kekerasan terhadap jurnalis dan persoalan hukum punya keterkaitan,” papar Kaparang.
Sementara itu, Ketua AJI Manado Yoseph E Ikanubun mengungkapkan, dalam catatan AJI Indonesia, kurun waktu 20 tahun terakhir ini tak kurang dari 1.123 jurnalis di dunia terbunuh saat menjalankan tugas jurnalistiknya. Di Indonesia, lanjut dia, masih ada delapan kasus pembunuhan jurnalis yang hingga kini belum terungkap. Sedangkan sepanjang tahun 2014 – 2015 terjadi 37 kasus kekerasan terhadap jurnalis. “Melihat data-data kekerasan terhadap jurnalis ini, maka kehadiran LBH Pers Manado sangat strategis, bisa bersinergi sekaligus meringankan kerja-kerja AJI khususnya di bidang advokasi dan hukum,” papar Ikanubun.
Kepala Pusat Bantuan Hukum (PBH) Unsrat, Frangkiano Randang SH MH menyambut baik kehadiran LBH Pers Manado. “Ini sebagai bentuk pelayanan terhadap masyarakat khususnya pekerja pers dalam bidang hukum. Kami menyambut baik, dan siap menjalin kerjasama,” papar Randang didampingi Kabag Umum dan Hukum Unsrat Manado, Daniel Pangemanan SH MH.
Sedangkan Direktur LBH Manado, Hendra Baramuli SH dalam penyampaiannya mengharapkan, masyarakat pers nantinya bisa mendorong revisi untuk menguatkan UU Pers Nomor 40 tahun 1999 untuk melindungi profesi jurnalis.
Turut hadir dalam kegiatan itu sekaligus memberikan masukan, sejumlah jurnalis seperti Pengasihan Susanto Amisan (Tribun Manado), Richard Sanger (beritamanado.com), serta wartawan lainnya.

Diketahui, Kaparang terpilih untuk menggantikan Direktur LBH Manado Periode 2012 – 2015, Maximus Watung SH.(joe)

AJI Tingkatkan Kapasitas Jurnalis Soal Perbankan

Ketua Umum AJI Indonesia, Suwarjono membuka Banking Journalism Workshop, Jumat (22/05)

Jakarta - Aliansi Jurnalis Independen (AJI)  Indonesia kambali melaksanakan pelatihan demi meningkatkan kapasitas jurnalis.  Kali ini, AJI Indonesia yang bekerja sama dengan PermataBank dan Australian Embassy (Kedutaan Besar Australia) di Indonesia menggelar Banking Journalism Workshop (BJW) 2015 di kantor PermataBank, Gedung WTC II lantai 21, Sudirman, Jaksel.
Pelatihan ini diikuti 19 jurnalis yang lulus seleksi dari berbagai platform media, baik cetak, elektronik maupun media siber dari 16 daerah. AJI Manado patut berbangga karena berhasil meloloskan salah satu personilnya yakni Fernando Lumowa (Harian Tribun Manado) yang juga Sekretaris AJI Manado dalam pelatihan berlangsung dua hari, Jumat-Sabtu 22-23 Mei 2015 ini.

Achmad K Permana, Direktur Syariah PermataBank mengatakan, pelatihan ini bertujuan menambah pengetahuan kepada jurnalis terkait isu-isu perbankan, khususnya fungsi intermediasi bank.
PermataBank berangkat dari kesadaran, bagaimana memberikan informasi valid, akurat, berkualitas sekaligus bermanfaat ke pembaca (masyarakat). Menurut dia, PermataBank berkepentingan atas pemenuhan informasi utuh dan mudah dimengerti masyarakat. "Sebab, kita tahu, kebijakan dan istilah perbankan itu tak semua orang paham. Bagaimana bisa dimengerti dan informasinya tepat, salah satunya dengan menggelar pelatihan ini," jelas pria berkacamata ini.
Suwarjono, Ketua Umum AJI Indonesia mengungkapkan, pelatihan ini juga digelar dilatarbelakangi keprihatinan AJI, tak sedikit perusahaan pers (media) yang tak membekali wartawannya dengan pelatihan memadai. Kata Jono, sapaannya, acap kali banyak wartawan -- datang dari latarbelakang bidang keilmuan beragam--yang tanpa melalui masa pelatihan langsung terjun meliput di lapangan.
AJI Indonesia begitu concern terhadap aksi-aksi yang bertujuan pada peningkatan kapasitas dan kompetensi profesi jurnalis. "Ada banyak bidang yang harus didalami, misalnya, lingkungan, intoleransi-pluralisme, perempuan dan anak, energi, dan sebagaimanya. Semua itu, perlu diberikan bekal khusus sebelum si jurnalis ke lapangan," jelasnya.
BJW 2015 ini merupakan rangkaian dari Banking Journalist Academy (BJA) yang digelar AJI_PermataBank sejak 2013. Berbeda dari penyelenggaraan sebelumnya, workshop kali ini pesertanya perwakilan media di daerah-daerah. Dua edisi sebelumnya, pesertanya wartawan media nasional/internasional dengan jangka waktu pelatihan selama dua bulan.
Kemudian, kali ini Kedutaan Australia turut menjadi penggagas kegiatan. "Kami bangga bisa ambil bagian dalam kegiatan yang tujuan akhirnya bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Semoga peserta bisa memanfaatkan pelatihan ini," ujar Laura Kemp, Sekretaris Hubmas dan Jubir Kedutaan Besar Australia di Indonesia.
Selama dua hari peserta mengikuti kelas materi, diskusi dan praktek yang dituntun para narasumber dari BI, PermataBank dan Penasehat Finansial Australia-Idonesia bidang ekonomi. Peserta didorong untuk bisa menyusun rancangan dan melakukan liputan mendalam mengenai isu-isu perbankan di wilayah masing-masing. "Bangga bisa lulus seleksi sebagai peserta Banking Journalism Workshop. Kegiatan seperti ini sulit kita dapatkan di daerah. Dengan begini, kita belajar untuk meningkatkan kapasitas kompetensi diri," tukas Palce Amallo, peserta dari Kupang, NTT.(joe)



Gunung Lokon Meletus, Abu Vulkanik Setinggi 1500 M

Ditulis oleh Unknown pada hari Kamis, 21 Mei 2015 |Pukul 01.35

Gunung Lokon.(foto: wikipedia)

MANADO – Setelah pekan lalu aktivitas Gunung Karangetang di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara meningkat, kini giliran Gunung Lokon di Kota Tomohon yang meletus, Rabu (20/5/2015) pukul 15.20 WITA.

Ferry Rusmawan dari Pos Pengamatan Gunung Lokon mengatakan letusan kali ini disertai dentuman yang mengeluarkan abu vulkanik setinggi mencapai 1.500 meter yang mengarah ke barat laut. “Peningkatan vulkanik terjadi sejak pukul 01.00 WITA. Aktivitas vulkanik masih terekam dan tinggi. Potensi letusan masih berpeluang terjadi,” ujarnya.

Meski begitu kata dia, status tetap level III atau siaga. “Status masih level III. Warga diminta tetap waspada dengan aktivitas gunung. Kami sudah berkoordinasi dengan pemerintah setempat,” tambahnya.

Denny Mangundap, warga Tomohon mengatakan memang sejak sore tadi Gunung Lokon menunjukkan aktivitasnya. “Tapi warga tidak panik dengan situasi itu,” kata Donny.(agust)

Kubu ARB Menang PTUN, Ketua Golkar Sulut: Itu Kekuatan Doa

Ditulis oleh Unknown pada hari Rabu, 20 Mei 2015 |Pukul 15.46

Ketua Partai Golkar Sulut, Stefanus Vreeke Runtu.(foto: okemanado)


MANADO – Kemenangan kubu Aburizal Bakrie (ARB) pada sidang di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta Barat, Senin (18/5/2015) ini disambut sukacita seluruh kader Partai Golkar Sulawesi Utara. Ketua DPD I Golkar Sulut, Stefanus Vreeke Runtu yang mengikuti langsung jalannya putusan PTUN melalui layar televisi mengaku bersyukur kepada Tuhan dengan adanya putusan tersebut.

”Dikabulkannya gugatan Partai Golkar kubu ARB adalah kekuatan doa dari para pendeta, hamba-hamba Tuhan, dan pastor. Kemarin itu semua pendeta, dan gembala berpuasa. Dan doa para hamba Tuhan dikabulkan,” kata pria yang akrab dipanggil SVR di Gedung DPRD Sulut, Selasa 19 Mei 2015.

Mantan Bupati Minahasa ini mengatakan gugatan Partai Golkar yang diajukan ke PTUN Jakarta Barat adalah meminta membatalkan SK yang dikeluarkan oleh Menkumham dan itu dikabulkan. “Dan putusan PTUN itu sudah tepat karena berdasarkan fakta dan bukti dalam persidangan. Bukan berdasarkan intimidasi dari siapapun,” ujarnya.

Dia pun berharap Partai Golkar yang ada di Indonesia termasuk Sulut untuk tetap solid dan menatap Pilkada yang tahapannya sedang bergulir. “Marilah teman-teman yang sudah ke mana-mana silahkan kembali. Kecuali kader Golkar yang melakukan pelanggaran akan mendapatkan sanksi,” tandas Wakil Ketua DPRD Sulut ini.

Dengan adanya putusan tersebut, langkah Partai Golkar Sulut diakui SVR  akan melakukan konsolidasi dan membuka pendaftaran serta melakukan lobi-lobi politik menghadapi Pilkada serentak.(agust)

Kongres PD, Vicky Lumentut Cs Dukung SBY

Ditulis oleh Unknown pada hari Selasa, 12 Mei 2015 |Pukul 23.10

Susilo Bambang Yudhyono bakal mulus terpilih kembali sebagai Ketum Partai Demokrat.(foto: oborkita.com)

MANADO - Dukungan bagi Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk kembali memimpin Partai Demokrat terus bergema. DPD PD dan DPC se-Sulawesi Utara, misalnya, secara bulat memberikan dukungan kepada mantan Presiden RI tersebut. “Kita satu suara untuk Pak SBY,” ujar Ketua DPD I PD Sulut, Vicky Lumentut.

Pria yang menjabat Wali Kota Manado ini menilai SBY adalah sosok yang tepat memimpin partai berlambang mercy tersebut. “Dalam situasi
seperti ini hanya Pak SBY yang mampu memimpin Demokrat menjadi lebih baik. Ketokohan beliau sudah tak perlu diragukan lagi,” kata Vicky.

Hal senada juga disampaikan Pdt. Van Ambuliling, kader Demokrat dari Kabupaten Kepulauan Talaud. Menurutnya, SBY masih jadi teladan bagi seluruh kader Demokrat di Indonesia. “Beliau tegas tapi bersahaya. Tak ada tokoh lain di Demokrat yang mampu menggantikannya. Kami yakin jika Pak SBY kembali terpilih, Demokrat akan meraih suara signifikan pada pemilu bahkan pilkada yang sebentar lagi berlangsung,” ujar anggota DPRD Talaud ini.

Diketahui, Kongres Partai Demokrat (PD) IV akan mulai berlangsung hari ini di Hotel Shangrilla Surabaya. Rencananya pembukaan Kongres akan dilakukan malam nanti. Sampai saat ini dukungan terus meluas untuk SBY sebagai ketua umum. Hal ini memungkinkan SBY akan terpilih sebagai ketua umum secara aklamasi.

Dalam Kongres itu, ada tiga calon ketua umum Partai Demokrat, yakni Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Marzuki Alie, dan I Gede Pasek Suardika. Tetapi baru SBY yang resmi didaftarkan untuk menjadi calon ketua umum sampai Senin malam. Pendaftaran calon ketua umum dibuka sampai Selasa siang, 12 Mei 2015.(VIVA/agust)

Gunung Karangetang Kembali Semburkan Awan Panas

Warga membersihkan abu Gunung Karangetang.(foto: manado1/agust hari)

SIAU – Gunung Karangetang di Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara, terus mengancam warga. Hari ini, Selasa (12/5/2015), setidaknya gunung paling aktif di Indonesia ini kembali menyemburkan debu disertai awan panas dan lava pijar.

Kepala Pos Pemantau Gunung Karangetang Yudi Tatipang mengatakan, Gunung Karangetang sulit diprediksi. Gunung ini kembali meletus, padahal sebelumnya aktivitasnya sudah menurun. Ini menjadi ancaman warga yang bermukim di kaki gunung.

"Karenanya, masyarakat yang berada di radius tiga kilometer diminta tetap mengungsi ke tempat yang aman. Kami tak tahu, sampai kapan aktivitas gunung berakhir,” kata Yudi.

Ia menginformasikan sejak tadi malam sekira pukul 00.00 WITA hingga pukul 06.00, secara visual tampak cuaca di Gunung Karangetang berawan. Angin timur lemah asap utama kawah putih tebal hingga ketebalan mencapai 250 meter dan teramati sinar api 10-50 meter, panjang lidah lava 300 meter.

“Kemudian, pukul 00.55 dari ujung lidah lava, atau puncak kawah terus menerus terjadi guguran lava pijar ke Kali Batu Awang jarak luncuran 1.000-2.000 meter. Sedangkan ke Kali Kahetang dan Kali Keting terjadi luncuran 1.000-2.500 meter. Asap kawah dua putih tipis 25 meter,” tambahnya.

Aktivitas guguran lava masih akan terus terjadi ke Kali Batu Awang, Kali Kahetang, dan Kali Keting. “Bagi pemukiman warga yang berada di pinggiran sungai yang berhulu dari puncak, diharapkan tetap mewaspadai terhadap guguran awan panas," kata Yudi.(VIVA)

Umboh: Perekonomian Harus Menyentuh Masyarakat Pedesaan

Ditulis oleh Unknown pada hari Senin, 11 Mei 2015 |Pukul 00.39

Drs Frans Umboh
Manado - Partai berlambang kepala banteng bermoncong putih dalam lingkaran merah, telah siap dipakai dan dikibarkan Drs Frans Umboh.
Dalam tekad dan Keterpanggilan untuk membuat masyarakat di tiap desa menjadi lebih sejahtera latar belakangnya, sekaligus jadi pemicu semangat untuk tampil dan memenangkan agenda politik Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kabupaten Minahasa Utara (Minut).
Menurut Umboh, yang paling  mendasar dan tepat guna mewujud-nyatakan tugas mulai itu, harus diawali dengan merebut dan menempati posisi utama sebagai pengambil dan penentu kebijakan dalam pelaksanaan roda pemerintahan di Kabupaten Minut. Sebab dengan begitu kata Umboh, langkah-langkah strategis akan bisa langsung menyentuh sendi kehidupan masyarakat terutama sektor gerakan perekonomian di pedesaan. “Untuk saat ini, gerakan perekonomian masyarakat harus menyentuh orang banyak terutama di tingkat pedesaan. Sebab dari situ akan memunculkan kekuatan ekonomi yang kuat. Hal itu yang saya lihat masih kurang menyentuh dan sangat dibutuhkan di Kabupaten Minut. Karenanya, sebagai putra asli Minut, saya tertantang untuk berperan langsung membangun daerah sendiri,” ujar Umboh saat diwawancarai wartawan pekan kemarin.
Dikatakannya, sebagai program prioritas, sangat penting dilakukan proses pendampingan ekonomi berbasis kerakyatan sebagai bentuk tindak-lanjutnya. Karena sejak awal strategi itu telah menjadi soko guru yang baik untuk kedepan, terutama bagaimana membawa perubahan bagi daerah. “Masyarakat kalangan bawah itu perlu disentuh, karena memang saat ini banyak yang sudah enggan untuk turun ke masyrakat bawah. Padahal, ekonomi pedesaan itu harus disentuh dan diperkuat, sebab kalau kuat di desa pasti akan kuat juga di daerah perkotaan,” ujar putra Desa Talawaan-Tonsea itu.
Terkait niat pencalonannya menuju Pilkada Minut dengan mengendarai PDI-P, Umboh menegaskan siap bertarung secara sportif dan tampil seperti apa adanya. “Kebijakan memilih PDI-P sebagai kendaraan dikarenakan adanya kecocokan. Saya tidak pilih-pilih partai mana yang kuat dan mana yang tidak kuat, tetapi dimana yang cocok disitulah kami berlabuh,” ungkapnya seraya mempertegas jika bersama-sama dengan rakyat dan seluruh keluarga besar PDI-Perjuangan, dirinya sangat optimis akan memenangkan Pilkada di Minut.

Sementara itu, politisi senior PDI-P Ibu Tea, sangat mendukung niat Umboh. "PDI-P adalah besar dan terbuka bagi siapa saja. Jika dia (Frans Umboh-red) memilih PDI-P untuk maju di Pilkada Minut, tentunya kami sangat mendukung," ujar Ibu Tea.(febry kodongan)

Diduga Selewengkan Dana, Kepala SMKN 4 Manado Diadukan ke Sejumlah Instansi

Ditulis oleh Unknown pada hari Jumat, 08 Mei 2015 |Pukul 19.29

Dra Jeany Sanger
 Manado- Belum lima bulan menjabat, Kepala SMKN 4 Manado Dra Jeanny Sanger diadukan ke sejumlah pihak terkait dugaan penyelewengan dana di sekolah itu. Laporan pengaduan itu dilakukan oleh salah satu guru di sekolah tersebut yang merasa tidak puas dan gerah dengan sang kepala sekolah.
Dalam pengaduan yang ditujukan kepada Ombudsman RI Perwakilan Sulut, Kepala Dinas Pendidikan Nasional Provinsi Sulut, Kepala Dinas Pendidikan Kota Manado, Inspektorat Kota Manado, terdapat sedikitnya tujuh poin dugaan penyelewengan dana dan kewenangan yang dilakukan Sanger. Dalam laporan yang dilakukan oleh Mohamad Iksan SPd, salah satu guru SMKN 4 itu, disebutkan bahwa terjadi penyelewenangan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Triwulan I sebesar 59 juta, penyelewengan dana BOS buku tahun 2014 sebesar 17,5 juta. “Ada juga penyelewengan dana bantuan siswa miskin atau BSM sebesar 10,5 juta,” ungkap Iksan dalam laporannya yang diterima harian ini.
Ironisnya, lanjut Iksan, juga diduga terjadi penyelewengan dana derma Badan Kerohanian Kristen sebesar 4 juta dan dana infaq atau sedekah Badan Tadzkir sebesar 1 juta. “Belum lagi dana-dana setoran dari tiap kantin di sekolah itu selama empat bulan. Tak hanya soal penyelewengan dana, yang saya sesalkan juga tindakan arogan kepala sekolah yang menagih uang komite kepada para siswa saat mereka mau ikut UN lalu,” papar dia.
Selain masalah-masalah itu, dalam laporannya Iksan juga menyentil soal penyelenggaraan sekolah yang amburadul di mana tidak ada lagi guru yang mengajar mata pelajaran Kompetensi Kejuruan untuk Jurusan Tekhnik Komputer dan Jaringan. “Ini akibat berhentinya ketiga guru honorarium itu karena gaji mereka tidak dibayar. Sejumlah guru honor lainnyapun terancam berhenti karena tertundanya pembayaran gaji mereka,” papar Iksan.
Sanger saat dikonfirmasi, Kamis (07/05) kemarin, mengakui adanya laporan pengaduan yang dilakukan oleh salah satu gurunya. Hanya saja dia membantah semua yang dituduhkan, khususnya penyelewenangan dana BOS dan Komite Sekolah. “Saya memang sudah dipanggil dan diperiksa oleh Dinas Pendidikan Kota Manado terkait laporan Iksan. Saya juga sudah jelaskan semuanya, bahwa apa yang dituduhkan itu tidak benar,” ujar Sanger.
Dia menyatakan, siap untuk memberikan data-data dan pembukuan keuangan jika nantinya dibutuhkan untuk membuktikan tidak ada penyelewenangan dana. “Yang terjadi malah saya menggunakan dana pribadi untuk kepentingan sekolah,” ujar Sanger.
Secara terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kota Manado, Corry Tendean SH saat dikonfirmasi melalui Kepala Bidang Pendidikan Tinggi, Jandry Sampelan mengakui, telah menerima laporan pengaduan itu bahkan sudah memeriksa Kepala SMKN 4 Manado. “Benar ada laporan itu, saya juga sudah memanggil dan memerika Kepala SMKN 4 Manado. Ada beberapa poin yang dia jelaskan, yang memang berbeda dengan laporan pengaduan itu. Secara umum  saya menilai memang ada kelemahan administrasi pembukuan keuangan. Soal apakah dana itu benar diselewengkan, akan saya telusuri lebih jauh,” papar Sampelan saat dikonfirmasi melalui ponsel, tadi malam.(11)  


AJI Manado Permalukan JIPS 6 – 2

Tim sepakbola AJI Manado (berdiri) tampil perkasa  membantai JIPS dengan skor telak 6 - 2
TIM sepakbola Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Manado tampil perkasa dan membantai Jurnalis Independen Pemprov Sulut (JIPS) dengan skor telak 6 – 2, dalam pertandingan persahabatan yang digelar di lapangan Kantor Gubernur Sulut, Jumat (08/05) kemarin. Gol-gol AJI Manado dicetak Ketua Yoseph E Ikanubun (Harian METRO), Sekretaris Fernando Lumowa (Tribun Manado), Billy Lintjewas (Komentar) dan Stenly Scott Lonteng (Komentar). Sedangkan dua gol penghibur JIPS dilesakkan Kasat Pol PP Pemprov Sulut, Roy Mewoh dan Simon Making (Komentar).
Laga baru berjalan sekitar tiga menit, Ikanubun yang berposisi sebagai penyerang sudah menjebol gawang JIPS. Menerima sodoran umpan matang dari Ficko Onga di sisi kanan pertahanan lawan, satu sentuhan Ikanubun berhasil menjebol gawang setelah mengecoh kipper JIPS, Rolf Lumintang (Harian METRO). Skor  1 – 0 tidak bertahan lama. Tendangan bebas bek AJI, Reza Taliwongso (Koran Manado) yang disambut sundulan Lintjewas kembali memaksa Lumintang untuk memungut bola dari gawangnya. Babak pertama diakhiri dengan satu sontekan manis dari Lumowa yang membawa AJI unggul 3 – 0 di paruh pertama pertandingan.
Tak ingin kehilangan muka di depan pendukungnya sendiri, begitu babak kedua dimulai, JIPS yang dimotori Donny Aray (Kompas TV), Ronald Rorong (Kawanua Post), Karel Polakitan (LKBN Antara), dan Jamaluddin (RAL FM), langsung menekan pertahanan AJI Manado. Lini pertahanan yang dikawal Taliwongso, Marvil dan Marchell Supit (Komentar) mendapat ujian berarti. Hasilnya satu gol berhasil dicetak Mewoh untuk memperkecil skor menjadi 1 – 3. Kemasukan satu gol, AJI justru meningkatkan serangannya. Lewat satu dua sentuhan antara Frangky Kota (Komentar), Billy Lintjewas (Komentar) dan Lumowa, satu peluang berhasil diselesaikan dengan baik oleh Scott. Skor 4 – 1 tak bertahan lama. JIPS memperkecil ketinggalan lewat titik putih setelah Taliwongso menyentuh bola di dalam kota pinalti. Making yang maju sebagai eksekutor berhasil menjobol gawang AJI Manado.  2 – 4, JIPS masih tertinggal.
Di sisa pertandingan, AJI Manado malah menambah lagi dua gol melalui kaki Ikanubun dan Lumowa sekaligus mengunci pertandingan itu dengan skor 6 – 2. “Hari ini AJI memang tampil lebih baik, dan unggul atas kami. Kami siap bertanding di waktu mendatang,” ujar Aray, Ketua JIPS yang diiyakan rekan-rekannya.
Sementara itu, Lumowa mengatakan, AJI Manado siap menerima tantangan pertandingan ulang melawan JIPS. “Kami siap bertanding lagi,” ujar Lumowa.   
Sedangkan Kabag Humas Setdaprov Sulut, Yahya Rondonuwu didampingi Kasubag Humas Alfrets J Rambing  mengungkapkan, pertandingan itu untuk mempererat komunikasi antar wartawan dan pejabat Pemprov Sulut. “Berikut kita jadwalkan AJI Manado melawan pejabat Pemprov Sulut,” tantang Rambing yang disambut tim AJI Manado.(joe)   


Hari Ketiga UN Relatif Lancar

Ditulis oleh Unknown pada hari Kamis, 07 Mei 2015 |Pukul 10.15


Siswa SMP Katolik St Laurentius sedang mengikuti ujian nasional, Rabu (06/05/2015). (foto: febry/manado1)
MANADO – Hari ke tiga pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dengan mata pelajaran Bahasa Inggris, berjalan lancar dan aman. Pantauan manadosatu.com, Rabu (06/05/2015) di beberapa sekolah di Kota Manado terlihat berjalan aman dan lancar, seperti di SMP St Laurentius yang diikuti 31 siswa dari 34 siswa terdaftar.

“Keamanan naskah, sejak hari pertama dititipkan ke sekolah dan telah saya simpan di ruang saya. Kemudian dijaga ketat para guru dan aparat kepolisian,” kata Kepala Sekolah, Hermanus Kumokong, kemarin.

Lanjutnya, terkait dengan tidak hadirnya ketiga siswa dalam UN, menurut Hermanus, pihak sekolah sudah berusaha untuk menghubungi dan mencari para siswa ke rumah, tapi tidak ketemu. “Kami sudah berusaha menghubungi dan mencari, tapi tidak menemui kabar dengan para siswa tersebut, mudah-mudahan mereka bisa melapor agar bisa mengikuti ujian susulan,” tuturnya.

Hermanus juga mengatakan, dalam menghadapi UN mata pelajaran Bahasa Inggris, para siswa sebelumnya telah melaksanakan tambahan pelajaran, mereka sudah dilatih untuk mempersiapkan diri guna menghadapi UN ini. “Diharapkan nantinya mereka bisa mendapatkan nilai yang baik dan lulus sesuai dengan harapan pihak sekolah dan orangtua,” kuncinya.

Di tempat terpisah, Kepala SMP 10 Manado, Sonee Engka juga menjelaskan, bahwa pelaksanaan UN hari ketiga ini berjalan lancar. Jumlah siswa yang mengikuti UN sampai dengan hari ketiga di sekolah tersebut sebanyak 298 siswa, dan yang tidak hadir dua siswa, yang satu sakit dan yang satunya tidak ada kabar. “Tidak hadir yang satu sakit sedang diopname di rumah sakit,” sebutnya.

Adapun sekolah yang bergabung mengikuti UN di SMP Negeri 10 yaitu, SMP Perisai Bangsa Pandu, SMP Wolter Mongisidi Pandu, SMP Kristen 55 Maranatha Pandu. “Total semua sampai dengan sekolah bergabung untuk mengikuti UN di sekolah kami sebanyak 332 siswa dan memakai 18 ruang kelas yang telah disediakan,” ucapnya.

Ia menambahkan mengenai keamanan naskah UN, pihak sekolah, bekerjasama dengan kepolisian Rural Mapanget menjaga nasakah tersebut yang tersimpan rapih di sekolah.

Sementara di SMP Negeri 14 Manado juga diikuti 60 siswa berjalan konddusif  aman dan terkendali. “Naskah tiap hari dijaga oleh guru yang telah dijadwalkan serta dibantu oleh para aparat kepolisian untuk menjaga,” tutur Kepsek, Enoch Saul.

Harapannya, keseluruhan siswa yang mengikuti UN akan berhasil lulus dan mendapatkan nilai bagus agar supaya bisa melanjutkan sekolah di jenjang berikutnya. Pihaknya sangat berterima-kasih kepada pemerintah pusat yang telah merubah sistem terkait kelulusan yang telah diberikan sepenuhnya kepada pihak sekolah yang diberlakukan tahun ini.

“Kami sangat memberi apresiasi kepada pemerintah pusat yang telah mengubah sistem saat ini sangat menguntungkan bagi sekolah dan sistem ini yang kami idam-idamkan sejak dulu, masa penentuan kelulusan itu ditentukan oleh pusat sementara yang tau persis adalah sekolah, ketika siswa ini diubah dan diserahkan sepenuhnya ke sekolah.,” tutupnya. (febry kodongan) 

UN di SMP Negeri 8 Manado Sempat Terkendala Naskah Soal

Ditulis oleh Unknown pada hari Selasa, 05 Mei 2015 |Pukul 21.40

u
Siswa SMP Negeri 8 Manado terlihat sedang serius membaca dan mengsisi lembar jawaban UN, Selasa (05/05/2015).(foto: febry/manado1)

MANADO - Hari kedua pelaksaan Ujian Nasional (UN) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang serentak di seluruh Indonesia yang dilaksanakan selama empat hari, terlihat lancar-lancar saja. Seperti di SMP Negeri 8 Manado yang diikuti 477 siswa.

“SMP Negeri 8 melaksanakan UN sampai dengan hari kedua pelaksanaan, semuanya berjalan lancar,” kata Kepala Sekolah, Adeleida Kemur, Selasa (05/05/2015).

UN kali ini ada dua sekolah yang ikut bergabung yaitu SMP Lahay Roi dengan 16 siswa dan SMP PGRI 3 Manado 15 siswa. Meski ada terjadi sedikit masalah kecil pada naskah soal, tapi pihak sekolah serta pengawas sudah mengantisipasi dengan mengganti dengan naskah cadangan yang telah disediakan.

“Ruang 26 dari SMP Lahay Roy halaman 2 sampai halaman 9, tetapi kami dari sekolah penyelenggara telah antisipasi dibantu guru pengawas yang ad di dalam ruangan langsung mengganti dengan naskah cadangan yang lengkap,” terangnya.

Ia menambahkan pengawasan UN, pihak sekolah melakukan sistem mengawas silang dengan  mengambil guru yang tidak mengajar atau tidak ada hubungannya dengan bidang studi yang diujiankan, dengan harapan nantinya para siswa bisa lulus dan mendapatkan nilai yang bagus.

“Mudah-mudahan para siswa mendapatkan nilai bagus. Bukan seratus persen kelulusan yang dituntut kepada para siswa, karena itu sudah umum, tapi harus nilai bagus,” tutupnya. (febry kodongan)

Apa Alasan AJI Manado Minta DPRD Sulut Panggil Pimpinan Media

AJI Manado dan komponen jurnalis lainnya di Sulut saat menyampaikan aspirasi di Kantor DPRD Sulut, Senin (4/5/2015). (foto: AJI Manado)

MANADO – Aksi damai yang dilakukan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Manado dan komponen jurnalis lainnya di Sulut, Senin (4/5/2015) kemarin menemui wakil rakyat di DPRD Sulut.

Puluhan jurnalis itu mendesak DPRD Sulut agar memanggil pimpinan media terkait masih banyaknya jurnalis yang belum mendapatkan upah yang layak. “Kami meminta DPRD memanggil pimpinan media di daerah ini karena masih banyak pekerja pers/jurnalis yang tak memperoleh hak sesuai yang diamanatkan UU Ketenagakerjaan seperti upah. Bahkan banyak jurnalis yang menerima upah di bawah UMP atau UMR. Lebih parah lagi ada media yang tak memberikan gaji,” ujar Sekretaris AJI Manado, Fernando Lumowa.

Pihaknya mengakui tak perlu malu menyampaikan kalau profesi jurnalis di Sulut dilecehkan oleh pimpinan media itu sendiri. “Sangat ironis dan tak berbending lurus. Perusahan terus mendapatkan keuntungan sementara para pekerjanya tak menerima upah yang layak,” terang redaktur Harian Tribun Manado ini.

Ketua AJI Manado, Yoseph E Ikanubun menambahkan demo kali ini tidak punya arti jika tidak ada solusi antara DPRD Sulut, organisasi jurnalis dan pimpinan media. “Kami tak hanya sekedar eforia untuk berdemo memperingati May Day dan World Press Freedom Day, tapi apa solusi terbaik sehingga persoalan upah, jaminan kesehatan dan masalah lain jurnalis di daerah ini bisa teratasi. Makanya kami mendesak dalam pekan ini bisa duduk bersama baik DPRD, Disnakertrans Sulut, organisasi jurnalis dan pimpinan media untuk membicarakan nasib kami,” imbuhnya.

Anggota DPRD Sulut, Novi Mewengkang sepakat dengan keinginan para pendemo. “Saya berharap beberapa waktu ke depan kita bertemu lagi di gedung ini. Kami minta AJI Manado membawa data media-media mana saja yang belum memberikan upah layak kepada jurnalis. Mungkin minggu depan kita bisa bertemu karena pekan ini agenda dewan sudah full untuk turun ke daerah-daerah,” kata personil Fraksi Partai Gerindra ini. (agust hari) 

AJI Manado Tuntut Upah Layak Jurnalis dan Independensi Media

Ditulis oleh Unknown pada hari Senin, 04 Mei 2015 |Pukul 23.56

Rahmadian jurnalis ANTV sedang berorasi di Zero Point Manado pada peringatan World Press Freedom Day 2015 yang dilakukan AJI Manado, IJTI Sulut dan komponen jurnalis lainnya, Senin (4/5/2015). (foto: AJI Manado)

MANADO - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Manado menggelar aksi damai 'turun ke jalan' dalam rangka memperingati Hari Buruh (May Day) 1 Mei dan Hari Kebebasan Pers Sedunia (Word Press Freedom Day/WPFD) 3 Mei. Aksi ini menyuarakan tuntutan keadilan kesejahteraan jurnalis dan independensi kebebasan pers di Sulawesi Utara.

Aksi yang diikuti puluhan jurnalis, anggota AJI, perwakilan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) dan organisasi pers ini digelar Senin (4/5). Aksi damai ini berawal di Zero Point Manado. AJI dalam pernyataan sikapnya menyatakan keprihatinan, sampai saat ini masih banyak pekerja pers/jurnalis yang tak memperoleh hak sesuai yang diamanatkan UU Ketenagakerjaan.

Ketua dan Sekretaris AJI Manado, Yoseph Ikanubun dan Fernando Lumowa menyatakan, di tengah pesatnya pertumbuhan media di Sulawesi Utara, terjadi ketimpangan karena tak sebanding dengan kesejahteraan jurnalis.

Banyak perusahaan media yang abai terhadap pemenuhan hak jurnalis. Tak sedikit jurnalis di Sulawesi Utara tak mendapatkan upah tak layak, penghasilan di bawah UMP atau UMR. Serta tak adanya kepastian atas jaminan sosial. Belum lagi jurnalis yang berstatus karyawan tidak tetap

"Bahkan ada perusahaan pers atau media yang tak menggaji jurnalisnya sepeserpun! Tak sedikit yang tak dijamin BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, serta hak atas cuti, libur dan hak lainnya tak dipenuhi," kata Ikanubun dan Lumowa.

Keberadaan jurnalis yang kurang diperhatikan tersebut menjadi ancaram utama terhadap independensi dan profesionalisme jurnalis. “Bagaimana bisa profesional sementara jurnalis masih memperjuangkan kesejahteraannya,” tukas mereka.

Seruan lainnya yang diangkat dalam aksi damai ini, kian beragamnya ancaman terhadap kebebasan pers dewasa ini. Jika dulu musuh utama kebebasan pers ialah penguasa (negara), sekarang ancaman itu datang dari berbagai sisi melalui intervensi ke ruang redaksi.

Dimana, intervensi bisa datang dari pemilik modal/pemilik media, penguasa, pengiklan dan kelompok politik. Sejauh ini begitu kentara ancaman terhadap kebebasan pers di dalam pemberitaan, dimana ruang pemberitaan yang seharusnya milik publik `disita/dimonopoli' oleh berita `pesanan' kelompok tertentu.

Kepentingan kekuasaan dan politik terlalu jauh menguasai ruang-ruang redaksi media. Banyak contoh produk jurnalistik media di Sulawesi Utara yang sulit dibedakan apakah itu berita ataukah iklan berbayar yang seharusnya dipagari `pagar api' yang jelas."Acapkali ditemukan adanya berita yang tidak independen, sepihak dan tak berimbang," jelas Ikanubun.

AJI Manado juga menyikapi proses kriminalisasi terhadap jurnalis dan tindak kekerasan yang masih terus berlangsung hingga kini. AJI Manado bersyukur, sejauh ini relatif tak ada kriminalisasi dan tindak kekerasan terhadap jurnalis di Sulawesi Utara.  "Kami harap tidak terjadi di sini. Kami mengimbau Kepolisian paham dan menerapkan fungsi UU Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers sebagai pedoman utama atas sengketa pers atau selisih yang timbul akibat pemberitaan," jelas Lumowa.

AJI Manado menyerukan kepada semua jurnalis agar tetap profesional, mengedepankan Kode Etik Jurnalistik, kode etik perilaku jurnalis dalam melakukan tugas jurnalistiknya di lapangan. AJI Manado mengimbau perusahaan pers dan pemilik media di Sulawesi Utara memperlakukan jurnalis secara adil.  "Paling tidak dengan memberi upah layak, sesuai amanat UU Ketenagakerjaan serta jaminan sosial lainnya," ujar mereka.

Setelah dari Zero Point Manado, rombongan aksi menyampaikan aspirasi ke DPRD Sulawesi Utara dan Wakil Gubernur Sulut, Dr Djouhari Kansil. Ketua Komisi I DPRD Ferdinand Mewengkang dan  anggota Komisi I Rocky Wowor-James Tuuk, anggota Komisi II Ferdinand Mangumbahang dan anggota Komisi IV, Moh. Yusuf Amin menerima aspirasi jurnalis.

“Kami segera mengagendakan dengar pendapat dengan pemerintah provinsi, instansi terkait dan media membahas persoalan banyak jurnalis yang tak menerima upah layan dan jaminan lainnya," tukas Ferdinand Mewengkang, legislator asal Partai Gerindra.

Senada, Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Dr Djouhari Kansil merespon positif pernyataan sikap AJI. Ia janji menugaskan Disnakertrans Sulawesi Utara untuk menelusuri persoalan banyak jurnalis yang diperlakukan tak adil. "Sebagai mitra, kami senantiasa menghargai profesi jurnalis. Dengan kedudukan setara, media jangan pernah takut mengkritisi pemerintah," pinta Kansil.(*)

News Streaming

 
www.manadosatu.com | Info Iklan | Kontak Kami | Redaksi
Copyright © 2014. manadosatu - CV.
Contact email: manadosatu@gmail.com, manadosatu@yahoo.com
Kreasi by ManadoSatu.Com Crew